Olahraga

KONI Jatim Pastikan Tak Ada Jual Beli Atlet Jelang PON Papua 2020

Surabaya (beritajatim.com) – KONI Jawa Timur pastikan tak ada jual beli atlet untuk PON Papua XX 2020 mendatang. Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim, Irmantara Subagjo menegaskan jika sampai hari ini tidak ada terutama untuk cabang olah raga Tennis Outdoor.

Terkait Cristipher Rungkat, salah satu atlet Jawa Timur yang diisukan dijual ke kota lain untuk PON Papua XX mendatang, hal itu ditepis oleh Ibag, sapaan akrabnya. Ia menegaskan jika Cristo masih menjadi bagian Puslatda Jatim, hingga saat ini Cristo masih terdaftar dan konfirm menjadi bagian dari Jawa Timur.

“Cristo memang sekarang masih fokus pelatnas untuk Sea Games, dan yang pasti Christo sudah sangat confirm di Jawa Timur dan dia sudah pasti menjadi bagian Jatim. Dan kalaupun dia saat ini di pelatnas namanya masih terdaftar dari atlet Jatim,”ucap Ibag, Minggu (22/9/2019).

Sementara disinggung akan peta kekuatan atlet tuan rumah yakni Papua, Ibag optimis jika target yang diberikan oleh KONI Jatim untuk para atlet Puslatda Jatim bisa terpenuhi karena berdasarkan statistik persaingan atlet masih obyektif, dan peta kekuatan sudah diperhitungkan dan harapannya target ini bisa dicapai.

Seharusnya jika belajar dari PON Jabar 2016 lalu, kompetitor terberat bagi atlet Tennis Outdoor Jawa Timur tetap DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Untuk kompetitor kita tetap DKI Jakarta dan Jawa Barat karena barometer kita tetap dua kota itu, namun atlet puslatda Jatim sejauh ini sudah berlatih semaksimal mungkin sesuai dengan porsinya dan bisa memenuhi target,”imbuh Ibag.

Sebelumnya, santer dikabarkan sejumlah atlet Jawa Timur menjadi lumbung jual beli di PON Papua XX 2020 mendatang. Hal ini bukan tanpa alasan, kualitas performa atlet Puslatda Jatim terbukti di PON Jabar 2016 lalu. Kontingen Jawa Timur berhasil mengumpulkan 404 medali. Dengan rincian, 132 medali emas, 138 medali perak, dan 134 perunggu. [way/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar