Olahraga

KONI Jatim Disarankan Angkat Pelaksana Tugas Ketua KONI Jember

Anggota Komisi D DPRD Jember Achmad Dhafir Syah

Jember (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur disarankan menunjuk pelaksana tugas atau caretaker ketua KONI Jember, menyusul adanya tuntutan musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (musorkablub) dari 33 organisasi cabang olahraga.

Saran ini dilontarkan Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, Kamis (20/5/2021). “Terkait aturan, memang dibetulkan dalam AD-ART (Anggaran Dasar-Anggaran Rumah Tangga), dua pertiga (anggota KONI Jember) bisa mengajukan musorkablub kepada KONI Jatim,” katanya.

“Sekarang semua ada di KONI Jatim sebagai lembaga pemutus. Bisa juga KONI Jatim ambil jalan tengah, melihat situasi dan kondisi di Kabupaten Jember, dengan menunjuk caretaker hanya untuk melaksanakan musorkablub dan membentuk kepengurusan baru,” kata Halim.

Halim menggambarkan krusialnya posisi pelaksana tugas seperti pada pegantian kepala daerah usai pemilihan kepala daerah yang menetralisasi keadaan saat ini. Hal ini dikarenakan dua kubu yang berkonflik, yakni 33 cabor pengusul musorkablub dan Ketua KONI Jember Abdul Haris Afianto sama-sama bergeming dari sikap masing-masing.

Para pengurus organisasi cabor sudah sepakat untuk melaksanakan musorkablub dan melengserkan Afianto dari kursi ketua. Sementara Afianto menyatakan akan melaksanakan amanat sebagai ketua KONI hingga 2022.

Halim mengingatkan KONI Jatim harus mengambil langkah terbaik agar persoalan tak berlarut-larut. “Tahun depan Jember jadi tuan rumah Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) VII. Ini prestise dan promosi (daerah),” kata politisi Gerindra ini.

Semua pihak berkepentingan agar Jember berprestasi dalam porprov. “Akan jadi pertaruhan negatif, jika Jember sebagai tuan rumah tidak mendapatkan poin (lebih),” kata Halim.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jember Achmad Dhafir Syah terkejut dengan konflik tersebut. “Saya menerima surat KONI Jatim melalui pesan WhatsApp bahwa ada Tim Sembilan yang menghendaki musorkablub. Tapi KONI Jatim masih akan mempelajari dengan seksama dan tidak mengizinkan pelaksanaan musorkablub sampai ada keputusan lebih lanjut,” katanya.

Dhafir berharap konflik di KONI Jember segera diselesaikan. “Otomatis ini mempengaruhi penilaian KONI Jatim terhadap Jember, apakah Jember siap menjadi tuan rumah porprov,” katanya.

“Kita dengan kepala dingin duduk bersama mencari solusi terbaik. Ke depan banyak pekerjaan rumah yang menunggu, mengembalikan kepercayaan KONI Jawa Timur yang telah menunjuk Jember sebagai tuan rumah. Satu tahun ke depan banyak persiapan matang. Jangan sampai sebagai tuan rumah, kita memalukan,” kata Dhafir.

Porprov VII harus lebih sukses daripada penyelenggaraan sebelumnya. “Apalagi Jember dikenal menyumbangkan atlet nasional. Saya berharap dedikasi para pecinta olahraga, berperan aktif memberikan sumbangsih bagaimana menyelesaikan permasalahan internal,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera ini. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar