Olahraga

KONI Berharap Pemkab Malang Segera Lakukan Perubahan DPA

Malang (beritajatim.com) – Demi membangkitkan semangat olahraga dan meningkatkan prestasi atlet di semua Cabang Olahraga (Cabor), Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang berharap pemerintah setempat segera melakulan perubahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2020 yang ada di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang.

Pasalnya, kebutuhan anggaran bagi KONI sejauh ini, demi menunjang prestasi olahraga jelang persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2022 mendatang.

Ketua KONI Kabupaten Malang, H Rosydin menegaskan, untuk mendulang prestasi dalam Porprov Jatim tahun 2022 mendatang, perlu adanya pembinaan para atlet di setiap Cabor sejak dini. “Untuk pembinaan dan pelatihan atlet di setiap Cabor diperlukan biaya operasional. Tapi, sampai pada hari ini tidak ada, banyak Cabor yang terbengkalai,” ungkap Rosydin usai audiensi dengan Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, Rabu (29/7/2020).

Rosydin memaparkan, dirinya meminta kepada Pemkab Malang, untuk segera mempercepat perubahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2020 yang ada di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. “Saat ini anggaran KONI ikut di Dispora, sedangkan Rencana Anggaran Kegiatan (RAK) KONI tidak sinkron dengan DPA Dispora,” ujarnya.

Kata Rosydin, saat ini KONI Kabupaten Malang dibebani target masuk tiga besar dalam Porprov Jatim 2022. “Guna mewujudkan target tersebut, kami membutuhkan anggaran hibah untuk memberikan bantuan kepada cabor agar bisa melakukan pelatihan para atlet mereka secepatnya,” papar Rosydin.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat berjanji akan mengundang Dispora dan KONI Kabupaten Malang untuk membahas permasalahan ini.

“Insyallah Minggu depan akan digelar pertemuan itu, biar cepat selesai. Jangan sampai mempengaruhi prestasi olahraga Kabupaten Malang,” paparnya.

Sebagai informasi, KONI Kabupaten Malang sebenarnya mendapatkan anggaran Rp 9,7 miliar. Akan tetapi, anggaran tersebut dipangkas untuk percepatan penanganan Covid-19 menjadi Rp 2,9 miliar. Hanya saja, hingga saat ini belum bisa di cairkan lantaran ketidak singkronnya DPA dari Dispora dengan RAK KONI Kabupaten Malang. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar