Olahraga

Kompetisi Internal PSSI Kota Malang Segera Bergulir, Pemain Wajib Rapid Test

Ketua Umum Asosiasi PSSI Kota Malang, Haris Thofly.

Malang (beritajatim.com) – Asosiasi PSSI Kota Malang akan kembali menggelar kompetisi internal pada Oktober 2020 mendatang. Kompetisi internal ini akan diikuti oleh 48 tim yang terbagi mulai dari divisi utama hingga divisi tiga.

Ketua Umum Asosiasi PSSI Kota Malang, Haris Thofly mengatakan saat ini yang dilakukan pihaknya adalah mengajukan anggaran baru ke KONI Kota Malang. Sebab, anggaran lama harus direvisi, diperbarui dengan pencegahan protokol Covid-19 karena anggaran dicairkan di tengah pandemi.

“Semua cabor diminta untuk meminta anggaran baru termasuk PSSI. Proposal sudah masuk tapi harus direvisi disertai pencegahan protokol Covid-19,” ujar Haris Tofly, Selasa (25/8/2020).

Haris Tofly mengungkapkan, setelah anggaran dari KONI Kota Malang turun. PSSI akan langsung memberikan subsidi kepada seluruh tim peserta kompetisi internal. Subsidi itu diberikan tidak hanya untuk kebutuhan latihan, dan jersey saja tapi semua pemain diwajibkan melakukan rapid test sebagai syarat ikut kompetisi.

“Protokol kesehatan harus dan wajib dilakukan. Subsidi harus diberikan karena akan ada rapid test kepada pemain setiap tim,” kata Haris Tofly.

Haris Tofly menyebut, saat kompetisi digelar kembali suporter masing-masing tim diimbau untuk tidak datang ke lapangan tempat pertandingan digelar. Menurutnya, laga yang perlu diperhatikan dengan kehadiran suporter yakni saat laga-laga final.

“Diharapkan tidak banyak suporter. Selama ini biasanya tidak begitu banyak kecuali saat final. Kalau soal izin kepolisian patokan PSSI pusat karena kompetisinya kan Oktober,” imbuh Haris Tofly.

Haris Tofly mengatakan, kompetisi internal sangat dibutuhkan PSSI Kota Malang untuk mencari talenta pesepakbola terbaik di kota ini. Kota Malang sendiri akan mengirimkan tim di beberapa ajang. Bila tidak melalui kompetisi tentu Kota Malang akan kesulitan mencari materi pemain. Apalagi untuk meraih prestasi.

“Karena kompetisi ini untuk mencari pemain untuk ajang Porprov, Piala Suratin dan Danone Cup bila tanpa kompetisi kita kesulitan untuk mencari materi pemain. Untuk itu, kompetisi tetep akan digelar demi mendapapat materi pemain,” tandas Haris Tofly. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar