Olahraga

Komitmen Madura United Orbitkan Pemain Lokal

Direktur PT PBMB, Zia Ul Haq Abdurrahim (kiri) bersama Erik Gamis Sanjaya usai pendatanganan kontrak pemain lokal.

Pamekasan (beritajatim.com) – Komitmen Madura United FC untuk mengorbitkan pemain lokal asli Madura, mulai dilakukan. Salah satunya dengan mempromosikan pemain Madura United FC U18, Erik Gamis Sanjaya sebagai bagian dari tim senior pada musim depan.

Langkah tersebut ditandai dengan penanda tanganan kontrak yang disodorkan kepada pemain binaan yang tergabung dalam Madura United Football Academy (MUFA), sekaligus sebagai tanda keseriusan manajemen untuk mengorbitkan pemain asli Pulau Garam, Rabu (17/2/2021) kemarin.

Pemain muda asal Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, dipromosikan bersama tim senior guna bersaing dengan para pemain senior lain dalam skuat kebanggaan suporter Madura Bersatu. Khususnya yang berposisi sebagai bek kiri (wingback).

“Presiden Klub (Achsanul Qosasi) selalu mengarahkan agar putra daerah maupun pemain muda berkualitas menjadi prioritas rekrutmen pemain untuk musim ini, salah satunya Erik Gamis Sanjaya asal Tlanakan, Pamekasan,” kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim, Kamis (18/2/2021).

Tidak hanya itu, pihaknya juga menegaskan rekrutmen pemain muda berkualitas khususnya mereka yang sempat bergabung bersama MUFA, memang dijadikan sebagai prioritas untuk mewujudkan ambisi dan mimpi dari keberadaan pemain binaan.

Terlebih saat ini, pihak manajemen juga sudah melakukan upgrading alias renovasi Stadion R Soenarto di Jl Stadion, Pamekasan. Sekaligus diharapkan keberadaan stadion milik Yayasan DharmaSiswa nantinya dapat menjadi sarana tepat untuk melahirkan pemain muda berbakat dan berkualitas asli Madura.

“Sesuai perintah dari Presiden Klub, proses kontrak para pemain muda putra daerah harus selesai sebelum realisasi kontrak pemain lainnya. Sementara pemain yang dipromosikan memang sesuai dengan potensi yang mereka miliki tanpa ada embel-embel apapun juga,” tegasnya.

Sebelumnya Presiden Klub, Achsanul Qosasi juga sempat berharap agar pelatih tim senior mulai memberikan kepercayaan kepada pemain lokal hasil binaan MUFA untuk menjadi bagian dari tim senior. Apalagi hingga saat ini keberatan MUFA sudah berlangsung sekitar 4 tahun sejak 2016 silam.

“Setidaknya mulai musim (2021) ini ada pemain binaan MUFA yang bisa mendapatkan kesempatan bermain secara reguler di pertandingan resmi (Liga 1). Sebab sejak awal didirikan, regulasi internal Madura adalah menggunakan pemain binaan minimal 5 pemain setiap musim yang diorbitkan bersama pemain senior,” jelas AQ.

Tidak hanya itu, pihaknya juga ‘menantang’ pelatih tim senior agar segera memutar otak menentukan komposisi ideal tim berjuluk Laskar Sape Kerrab. “Pelatih harus berani mencoba mereka dalam pertandingan resmi, karena MUFA sudah berjalan dan saat ini lapangan latihan untuk akademi juga akan rampung pada tiga bulan kedepan,” tegasnya.

Saat ini sedikitnya terdapat 28 pemain Madura United menyatakan komitmennya untuk terus menjalin kerjasama sekaligus menjadi bagian dari tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, guna mengarungi kompetisi Liga 1 musim mendatang.

Namun sebagian besar di antara mereka masih menyatakan kesiapan, sekaligus komitmen secara lisan dan belum dipatenkan dalam sebuah kontrak. Sekalipun sudah terdapat satu pemain gaek yang sudah memastikan diri sebagai bagian dari keluarga besar Madura United, yakni Alberto Goncalves. [pin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar