Iklan Banner Sukun
Olahraga

Final Sepak Bola Porprov Jatim VII

Kisah Bupati Jember dan Lumajang Ikut Atasi Luberan Penonton di Stadion Semeru

Bupati Hendy Siswanto saat menyaksikan final sepak bola Porprov Jatim VII, di Stadion Semeru, Lumajang, Sabtu (2/7/2022) malam.

Jember (beritajatim.com) – Suporter Kabupaten Jember benar-benar menginvasi Stadion Semeru, Kabupaten Lumajang, dalam fnal sepak bola Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII, Sabtu (2/7/2022) malam.

Setidaknya 10 ribu penonton memadati stadion berkapasitas delapan ribu orang tersebut. Banyak penonton yang tidak bisa masuk karena stadion sudah penuh. Warga Jember seperti ‘bedol desa’ malam itu. Ribuan orang dari 31 kecamatan bergerak menuju Lumajang yang bertetangga dengan menggunakan bus, kendaraan pribadi, sepeda motor, hingga truk.

Pertandingan semula berjalan normal. Namun menit 34, wasit Yoga Very dari Banyuwangi terpaksa menghentikan pertandingan karena penonton mulai masuk ke sisi timur lapangan. Peraturan memang mengharuskan pertandingan dihentikan saat ada penonton di sisi lapangan.

Panitia berkali-kali meminta penonton untuk meninggalkan sisi timur lapangan. Namun permintaan itu tak juga dituruti. Bupati Jember Hendy Siswanto dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq pun turun ke lapangan dan berbicara dengan sejumlah pengurus PSSI Jawa Timur, termasuk Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jatim Ahmad Riyadh.

“Kapasitas stadion ini tidak besar. Kita tidak bisa memprediksi penonton yang datang. Apalagi pertandingan ini digratiskan. Ini warga Jember yang keluar (ke Lumajang) bukan hanya satu RT, tapi bisa satu desa, satu kecamatan. Tidak main-main,” kata Hendy.

Hendy menolak permintaan pengurus PSSI Jatim untuk menunda pertandingan malam itu untuk dilanjutkan keesokan harinya. “Saya bilang, tunggu dulu. Pak Riyadh, jangan ditunda dulu. Kita tunggu dulu Pak Kapolres dan Pak Dandim. Mereka yang bertanggungjawab pada keamanan. Kalau mereka katakan aman ya aman. Kita harus pelan-pelan,” katanya.

Hendy meminta PSSI tidak saklek pada aturan. “Kita ini habis pandemi Covid dua tahun. Kalau Anda saklek, masyarakat bisa lebih saklek. Tidak boleh seperti itu. Kita serahkan saja, kita mengalir saja dulu. Tolong, saya minta dispensasi regulasi,” katanya.

Ada tawaran agar pertandingan final dihentikan dan ditetapkan juara bersama. “Saya tidak mau. menang bersama. Biarlah ada yang juara. Kalau pertandingan diteruskan esok harinya, saya khawatir akan terjadi sesuatu. Saya khawatir penonton kecewa dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kami susah memprediksi ini. Lumajang yang punya hajat jadi berisiko,” kata Hendy.

Akhirnya Hendy dan Thoriq turun tangan langsung. Mereka mendatangi penonton yang meriung di sisi timur tersebut. Hendy menyalami para penonton tersebut. Sebagian membawa anak kecil.

“Mereka ternyata bukan suporter sepak bola, tapi warga biasa yang saking cintanya terhadap tim sepak bola Jember ingin menyaksikan final, karena selama gelaran porprov kita belum pernah masuk final,” kata Hendy.

Para penonton itu sudah datang ke Lumajang sejak pukul empat sore. Padahal pertandingan final dijadwalkan baru berlangsung pada pukul tujuh malam.

Hendy lantas meminta mereka keluar dari sisi lapangan. “Silakan keluar. Kalau tidak keluar, pertandingan tidak akan dilanjutkan,” katanya.

“Terus kami harus menonton di mana? Kami tidak akan kisruh,” jawab salah satu dari mereka.

“Tapi aturan pertandingan, tidak boleh ada penonton di luar tribun. Anda harus keluar dari sisi lapangan. Kalau tidak, pertandingan dibatalkan. Nanti yang rugi Jember sendiri. Kekompakan ini ternodai. Biarkan terus main, dan kita yakin Jember akan juara,” kata Hendy.

Pertandingan terhenti selama kurang lebih 50 menit. Namun dengan pendekatan peesuasif, akhirnya penonton yang berada di sisi lapangan mau keluar dari stadion.

Begitu pertandingan dilanjutkan, Jember yang sejak menit awal tertekan justru mulai menemukan ritme permainan. “Setelah tertunda, speed pemain berbeda dengan awal tadi. Ini tanda bahwa prediksi kemenangan Jember 2-0 akan jadi kenyataan,” kata Hendy.

Prediksi skor Hendy meleset. Namun Jember tetap menjadi juara dengan skor 1-0 melalui gol yang dicetak Richard Arbed Anderson pada menit 90+2. Hendy langsung bersorak begitu gol tercipta di menit terakhir. Thoriqul Haq yang berada di sebelahnya langsung berdiri dan menyorongkan tangan bersalaman, memberikan ucapan selamat.

“Luar biasa. Ini hadiah yang sepadan dengan jumlah suporter yang datang. Gol menit terakhir ini sangat dramatis dan istimewa. Jember memang wes wayahe juara. Kata-kata itu bukan sekadar kata-kata. Tapi dibuktikan malam ini. Malam ini sportivitas teman-teman ada, semangat makin tinggi, dan gol masuk dengan teknik tinggi,” kata Hendy.

Bagaimana dengan bonus untuk pemain? “Nanti. Saya mau bermimpi dulu, menikmati kemenangan. Baru kemudian ngomong sama teman-teman,” kata Hendy. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar