Iklan Banner Sukun
Olahraga

Kiper Lapis Tiga Persebaya Menjawab Tantangan Suporter dengan Permainannya

Surabaya (beritajatim.com) – Siapa sangka kiper lapis tiga yang dimiliki Persebaya Surabaya ini tampil cantik di penampilannya melawan Persija Jakarta. Seiring perjalanan, Andhika Ramadhani mulai menjawab keraguan suporter. Pelatih Persebaya Aji Santoso dan pelatih kiper Benyamin Van Breukelen yakin dengan potensi kiper mudanya untuk kompetisi Liga 1 2021/2022.

Sebenarnya, Andika baru promosi ke tim senior pada 2020 setelah membawa Persebaya U-20 menjuarai Elite Pro Academy U-20 2019. Kiper pertama Persebaya adalah Satria Tama, namun harus menepi karena cedera sebelum Liga 1 bergulir. Sementara, kiper kedua Ernando Ari Sutaryadi harus absen karena membela timnas Indonesia U-23 melawan Australia di kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

Andhika sudah tampil empat kali di Liga 1 musim ini. Dia menjalani debutnya ketika Persebaya takluk 2-3 dari PSIS Semarang (3/10/2021) lalu. Arek Perak yang rutin ikut menjaga warkop bersama ibu dan pernah nyambi sebagai tukang parkir itu tampil impresif pada laga melawan Persija Jakarta tadi malam (26/10/2021).

Dari data statistik yang dikeluarkan operator kompetisi, dia melakukan enam penyelamatan krusial guna menghindarkan gawang Persebaya dari kebobolan. Beberapa di antaranya adalah hasil upaya Marko Simic. Andhika juga tampil sigap memotong umpan silang dan berani berinisiatif maju menangkap bola menghalau ancaman pemain-pemain Persija. Pemain 22 tahun tersebut juga sukses mengantarkan Bajol Ijo nirbobol pertama setelah 688 hari.

Andhika mempersembahkan kemenangan dan catatan apik itu kepada orang tua dan Bonek. Dia berharap terus mendapat dukungan agar tetap tampil konsisten bersama Persebaya ke depannya. “Terima kasih semuanya yang telah mendukung saya. Terima kasih orang tua, terima kasih Bonek. Saya sangat bersyukur sekali ini kompetisi profesional, saya mendapatkan clean sheet pertama bersama Persebaya,” ujarnya.

Andhika mengaku sebelum turun ke lapangan selalu telepon orang tua dan keluarga besarnya lebih dulu minta doa dan restu. Pemain didikan kompetisi internal Persebaya bersama klub El Faza itu menyebut tidak ada resep khusus dapat tampil apik. Dia hanya menjalankan instruksi dari tim pelatih.

“Sebelum tanding selalu menyempatkan video call orang tua dan keluarga besar dulu. Minta doa dan restu untuk Persebaya dan saya agar dapat tampil apik. Dan tim pelatih selalu mengingatkan harus fokus sampai peluit panjang,” kata pemain asli Perak ini.

Namun Andhika mengakui masih banyak hal yang harus diperbaiki, terutama dari sisi mental dan skill. Dia juga ingin kembali bisa mencetak clean sheet bersama Persebaya. “Semoga saya bisa menjadi lebih baik dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya dan semoga bisa membanggakan orang tua, Persebaya dan juga Bonek tentunya,” harapnya.

Sementara itu, Benny, sapaan Benyamin Van Breukelen, menilai Andhika mengalami banyak perkembangan. Menurutnya, adik sepupu Mat Halil tersebut punya prospek yang bagus. Dia diyakini bisa menjadi penjaga gawang masa depan Persebaya. “(Potensi) cukup menjanjikan, dia salah satu penjaga gawang yang punya prospek dan masa depan. Saya yakin dia bisa jadi penjaga gawang bagus,” katanya.

Pujian juga datang dari Aji Santoso. Pelatih 51 tahun ini takjub dengan perkembangan Andhika dalam empat laga bersama Persebaya. Padahal ini adalah kompetisi profesional pertamanya. “Kami tahu Andhika pertama kali ikut kompetisi. Tapi, dari empat pertandingan selalu ada improve, ada perkembangan. (Tadi malam) tampil sangat baik bisa antisipasi dua peluang Persija yang harusnya masuk,” puji mantan pelatih timnas Indonesia tersebut.[way/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar