Olahraga

Kiper Alisson Becker Cetak Gol, Asa Liverpool Terjaga

London – Bukan Sadio Mane atau Roberto Firmino yang mencetak gol penyelamat asa Liverpool lolos ke Liga Champions musim depan. Justru sang kiper Alisson Becker yang mencetak gol dengan kepala pada menit 90+5 dan membawa kemenangan 2-1 (1-1), dalam pertandingan Liga inggris melawan West Bromwich Albion, di Stadion The Hawthorns, Minggu (16/5/2021) malam Waktu Indonesia Barat.

Ini untuk pertama kalinya sejak Liverpool berdiri pada 1892, seorang kiper mencetak gol. Alisson juga tercatat sebagai kiper pertama dalam sejarah Liga Primer Inggris yang mencetak gol kemenangan dan dilakukan bukan melalui titik putih kotak penalti.

Kemenangan ini membuat seluruh fans Liverpool bisa bernapas lega. The Reds sempat tertinggal setelah Hal Robson-Kanu mencetak gol pada menit 15. Kanu lolos dari jebakan offside dan berhasil menendang bola ke sudut kanan gawang Liverpool. Liverpool baru membalasnya pada menit 33 melalui gol berkelas Mohamed Salah yang dibangun dengan skema saling oper dengan Roberto Firmino dan Sadio Mane.

Setelah mencetak gol penyama keddukan, mesin gol Liverpool mendadak macet. Menguasai 76 persen pertandingan, Liverpool berkali-kali mencoba menerobos pertahanan anak asuh Sam Allardyce. Namun berkali-kali pula tidak ada hasil memuaskan. Total hingga akhir pertandingan, Liverpool melepaskan 26 tembakan ke arah gawang, dan hanya enam tembakan yang tepat sasaran.

Firmino nyaris mencetak gol ke gawang West Brom. Kiper Sam Johnstone sudah tak berdaya mengantisipasi bola hasil tendangan keras penyerang asal Brasil itu. Namun bola menghantam tiang kanan gawang Johsntone. Selamatlah West Brom.

Dipastikan terdegradasi ke Divisi Championship musim depan, West Brom bermain lepas. Berkali-kali, Robson-Kanu dan Matheus Pereira membuat barisan pertahanan anak asuh Jurgen Klopp kelabakan. Menit 78. Kanu tinggal berhadapan dengan Alisson. Namun bola bisa dijinakkan oleh kiper asal Brasil itu. Liverpool juga sempat kebobolan oleh tendangan Kyle Bartley. Namun gol itu dianulir karena posisi offside.

Serangan terakhir dilakukan melalui Sadio Mane. Namun bola tendangannya berhasil diblok pemain lawan. Tendangan penjuru dieksekusi oleh Trent-Alexander Arnold. Alisson memilih meninggalkan daerah kekuasaannya dan ikut bertempur di depan gawang West Brom. “Saya diminta maju oleh Achtenberg (pelatih kiper Liverpool),” katanya.

Dan selebihnya adalah sejarah. Opta mencatat, Liverpool berhasil mendapatkan 94 angka dari posisi tertinggal lebih dulu sepanjang pertandingan Liga Inggris di bawah kepelatihan Klopp. Poin ini terbanyak dibandingkan tim lain sejak Oktober 2015. Klopp berhasil menanamkan mental pantang menyerah.

Alisson meneteskan air mata seusai pertandingan. “Inilah sepak bola. Saya melihat bola datang dan saya coba di posisi yang bagus untuk menolong kawan-kawan saya. Tak ada pemain lawan yang menguntit saya. Saya merasa beruntung dan terberkati. Anda tidak bisa banyak menjelaskan hal seperti ini dalam hidup, kecuali memang Tuhan meletakkan tangan-Nya di kepala saya hari ini,” katanya.

Gol ini dipersembahkan Alisson untuk ayahnya yang meninggal beberapa waktu lalu. “Saya berharap Ayah menyaksikan dan merayakannya di sana,” katanya.

Alisson menegaskan, Liverpool akan berjuang bersama. “Kami ingin lolos ke Liga Champions. Kami memenanginya pada 2019 dan itu semua melalui kualifikasi,” katanya.

Dengan kemenangan ini, Liverpool berada di peringkat lima klasemen. Namun kini The Reds terpaut satu poin dengan Chelsea yang berada di peringkat empat dan Leicester yang berada di peringkat tiga. Kemungkinan The Reds naik posisi sangat besar jika mampu menyapu bersih dua pertandingan sisa. Ini karena Leicester dan Chelsea akan saling bunuh pada pekan 37. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar