Olahraga

Ketua PBVSI Sayangkan Banyuwangi Tak Ikut Porprov

Ketua PBVSI Banyuwangi AKBP Taufik Zeinardi Herdiansyah. FOTO/beritajatim.com/Rindi Suwito

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Banyuwangi, AKBP Taufik Zeinardi Herdiansyah menyayangkan keputusan KONI Banyuwangi tak ikut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2019. Meski demikian, pihaknya tetap akan mencari opsi untuk memberangkatkan atletnya.

“Kita akan kordinasi dengan KONI Banyuwangi, jika memang bisa secara mandiri kita siap atau disesuaikan dengan kesanggupan perwakilan,” kata AKBP Taufik yang juga Kapolres Banyuwangi ini, Kamis (10/1/2019).

Bahkan, kata Taufik, secara tim PBVSI Banyuwangi siap berlaga di gelaran multievent itu. Meskipun, harus merogoh kocek pribadi. “Misal pakai dana mandiri kita tetap siap demi kemajuan prestasi bola voli yang ada di Kabupaten Banyuwangi,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya menyebut belum ada persiapan berarti bagi tim yang akan diturunkan kelak. Namun, tak menuntut kemungkinan dalam waktu dekat panitia dan tim akan segera terbentuk.

“Belum, selama saya di sini memang belum ada agenda yang diikuti. Biasanya, ada kalender-kalender kegiatan internal di Jawa Timur itu nanti bisa bertemu,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi berdasarkan kesepakatan bersama seluruh cabang olahraga memutuskan tak akan ikut dalam Porprov mendatang. Alasan yang mendasar yakni minimnya dana anggaran untuk setiap cabor.

Tahun lalu KONI Banyuwangi mendapat kucuran dana dari hibah pemerintah daerah sebesar Rp 5,5 Milyar. Akan tetapi, kini induk organisasi olahraga itu hanya mendapat separuh dari tahun lalu atau Rp 2,75 Miliar.

Dana yang didapat dibagi untuk anggaran pembinaan setiap cabor. Pembagiannya berdasarkan kriteria banyaknya prestasi, kegiatan dan jumlah klub. Sementara, 9 persen dari dana itu digunakan untuk anggaran sekretariat KONI Banyuwangi. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar