Olahraga

Ketua PB ISSI Sebut Azwar Anas Sebagai Bupati Federasi Sepeda Indonesia

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ketua Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI), Raja Sapta Oktohari menyebut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebagai Bupati Federasi Sepeda Indonesia. Pernyataan itu dilontarkan saat menghadiri kejuaraan BMX International di Sirkuit Muncar.

“Selamat datang kepada Pak Anas Bupati Federasi Sepeda Indonesia,” ucapnya saat memberikan sambutan pada pembukaan kejuaraan Banyuwangi International BMX 2019, Sabtu (26/10/2019).

Pernyataan itu mungkin hanya sebuah candaan belaka. Namun,  layaknya sebutan itu juga pantas disandang oleh Bupati Anas.

Betapa tidak, buktinya ada beberapa event olahraga kelas Internasional dilaksanakan di Bumi Blambangan. Sebut saja, International Tour de Banyuwangi Ijen, International BMX yang keduanya telah masuk di kalender event federasi balap sepeda dunia atau UCI.

“Dulu, orang Banyuwangi sering ikut ISSI untuk belajar tentang balap sepeda. Tapi sekarang banyak daerah, maupun negara lain datang ke sini untuk belajar dan balapan di tempat ini,” kata Okto.

Ia menyebut, International BMX 2019 di Banyuwangi merupakan sejarah. Pasalnya, ini merupakan kali pertama event dengan kelas Hors Categorie (HC) dilaksanakan di Indonesia.

“Ini adalah sejarah baru bagi Indonesia. Untuk kali pertama, Indonesia dipercaya menggelar hors class. Tahun ini, Banyuwangi yang mewakili Indonesia yang ditunjuk UCI (Union Cycliste International/Persatuan Balap Sepeda Dunia) untuk menggelar hors class,” ungkapnya.

Tak mengherankan, Banyuwangi pun diserbu ratusan pebalap dari 19 negara untuk berburu poin agar bisa lolos Olimpiade 2020 di Tokyo. “Mata dunia BMX sekarang tertuju ke Banyuwangi. Hasil di Banyuwangi menentukan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 mendatang,” ujar Okto, sapaan akrab Raja Sapta, yang juga menjabat Ketua Komite Olimpiade Indonesia.

Klasifikasi Hors Class sendiri hanya digelar 6 kali per tahun di setiap benua. Banyuwangi terpilih sebagai tuan rumah karena memiliki sirkuit berstandard dunia. “Saya bangga dengan Banyuwangi. Sekarang banyak daerah berbondong-bondong belajar pengelolaan sirkuit ke Banyuwangi,” ungkap Okto.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas berterima kasih pada PB ISSI yang selama ini telah menyupervisi Banyuwangi hingga memiliki sirkuit kelas internasional.

Komitmen Banyuwangi menggarap BMX, lanjut Anas, bagian dari mengembangkan sport tourism. “Tidak hanya BMX, di sepeda kita juga menggelar International Tour de Banyuwangi Ijen. Kita juga mengembangkan wisata olahraga yang lain seperti surfing, trail run, dan lainnya,” terang Anas.

“Dengan pengembangan sport-tourism tersebut, Banyuwangi menargetkan pasar wisata minat khusus (special interest tourism),” imbuhnya.

Turut hadir memantau kompetisi internasional tersebut Management Board Member UCI Dato Amarjit Singh dan Sekjen Asian Cycling Confederation (ACC) Ongkar Singh. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar