Iklan Banner Sukun
Olahraga

Ketika Ronaldo Nazario Alami Kejadian Aneh Pada Hari Sebelum Final Piala Dunia 1998

Twitter @Ronaldo

Surabaya (beritajatim.com) – Ronaldo Nazario De Lima pernah jadi pemain begitu berjaya pada masanya. Ia terkenal dengan gaya bermainnya yang piawai mengolah si kulit bundar. Dalam perjalanan karirnya, Ronaldo pernah mengalami kejadian aneh, yaitu pada hari sebelum final piala dunia 1998.

Pemain yang genap berusia 45 tahun pada 22 September 2021, lalu itu mungkin jadi salah satu pemain favorit banyak orang. Ronaldo yang satu ini memang berbeda dengan Cristiano Ronaldo yang sudah mencetak banyak rekor. Kendati demikian, ia punya tempat tersendiri di hati penggemar sepakbola. Terutama tingkah dan penampilan rambutnya yang sempat jadi trend di masa itu.

Hal menarik lain dari Ronaldo adalah soal gelagat anehnya di final Piala Dunia tahun 1998. Ronaldo yang berangkat dengan kepala tegak ke Perancis sebagai tuan rumah Piala Dunia ‘98, tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal, beberapa bulan sebelum perhelatan turnamen akbar empat tahunan itu, dia juga mendapat gelar Ballon d’Or. Dia juga baru mengakhiri musim 1997/98 dengan koleksi 34 gol untuk Inter Milan, sekaligus mengantar I Nerazzurri juara UEFA Cup.

Performa bagus Ronaldo itu membuat dirinya mendapat satu slot di starting line-up tim nasional Brasil arahan Mário Zagallo. Pada fase grup, Ronaldo yang waktu kala itu masih berumur 21 tahun, mencetak 1 gol dan 1 assist untuk menghantar Timnas Brasil lolos ke 16 besar.

Di fase 16 besar, Brasil berjumpa dengan negara Amerika Selatan lainnya yaitu Chile. Il Fenomeno julukan Ronaldo, hadir jadi pembeda melalui 2 golnya yang melengkapi pesta kemenangan (4-1) Brasil. Di perempat final, dia pun turut nyumbang 2 assist di laga kontra Denmark.

Sampai partai semifinal melawan Belanda, Ronaldo masih tunjukkan performa yang bergelora. Dia kembali memberi kontribusi lewat 1 gol, dan Brasil lolos ke partai puncak usai menang adu penalti. Perancis sebagai tuan rumah jadi lawan terakhir yang mesti dihadapi.

Ronaldo cukup semangat guna menyambut final Piala Dunia pertamanya. Namun, saat di laga final hanya tinggal beberapa jam lagi, terjadi hal yang bisa dibilang janggal.

Di sebuah hotel kawasan Saint-Denis tempat skuat Brasil bermalam, tepatnya sehari sebelum final dihelat, Ronaldo tengah tertidur di kamarnya usai makan siang. Tak lama berselang, dia mengalami kejang. Saat bangun, Ronaldo telah kaget karena kamarnya dipenuhi sama rekan setimnya, tanpa mengetahui apa yang terjadi. Dari kejadian tersebut, staf Brasil pun menyatakan jika Ronaldo tidak akan bisa tampil di laga pamungkas.

Ronaldo pun kaget, karena setelah di cek secara media, tidak ada masalah apapun di badannya . Di malam final, Ronaldo lantas pergi menemui Zagallo dan meminta agar dirinya bisa bermain. Alhasil, dia pun mendapat lampu hijau dari sang pelatih. Tapi, ada yang aneh dari Ronaldo di malam itu.

Di hadapan 80.000 orang yang hadir di Stade de France, Ronaldo yang terkenal dengan aksi lincahnya justru tidak mampu berbuat banyak. Brasil justru tumbang begitu mudah dengan skor 0-3 oleh tuan rumah, Perancis. Setelah mencatatkan 4 gol dan 3 asisst dari fase grup sampai ke semifinal, Ronaldo justru takluk di laga final.

Peristiwa itu lantas memunculkan banyak teori konspirasi soal apa yang sebetulnya terjadi ke Ronaldo. Mulai dari segi medis, federasi, hubungan asmara, sponsor, hingga kondisi psikologis Ronaldo sendiri.

Ada yang berpendapat jika Brasil sudah menjual Piala Dunia ‘98 ke FIFA dengan membiarkan Timnas Perancis -yang saat itu lagi konflik sosial jika tidak jadi juara. FIFA pun menjanjikan imbalan setimpal dengan memuluskan langkah Brazil di Piala Dunia tahun 2002.

Teori lain mengatakan jika Ronaldo memang sedang grogi saja, karena dirinya sempat melempar sebuah sepeda ke dinding dengan raut wajah kesal. Ada juga yang berpandangan jika Ronaldo telah diracun, meskipun hal ini dibantah tim medis Brasil. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada peristiwa bersejarah tersebut? Hingga hari ini, kasus ini masih jadi tanda tanya terbesar di jagat lapangan hijau. [dan/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar