Olahraga

Kampanyekan Keselamatan Jalan, BPTD Wilayah IX Jatim Gelar Jalan Santai

Surabaya (beritajatim.com) – Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Provinsi Jawa Timur menggelar jalan sehat dari rangkaian kegiatan Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2019.

Mengambil start di kantor BPTD Wilayah XI Provinsi Jawa Timur di Jalan Gayungsari, Kota Surabaya, jalan santai dibuka langsung oleh Kepala BPTD Wilayah XI Jawa Timur, Hanura Kelana Irianto. Para peserta menempuh jarak sejauh 2,5 km.

Mulai dari Jalan Gayungsari Barat – Jalan Gayungsari – Jalan Gayungsari I – Jalan Gayungsari VIII – Jalan Gayungsari IV atau simpang 4 Masjid Al Hikmah belok kanan dan kembali ke kantor BPBD Wilayah XI Provinsi Jawa Timur.

“Hari ini adalah puncak kegiatan kita, yang sebelumnya ada beberapa kegiatan. Diantaranya sosialisasi keselamatan di sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur, ada beberapa kota yang kita pilih,” ungkapnya, Kepala BPTD Wilayah XI Jawa Timur, Hanura Kelana Irianto, Minggu (29/9/2019).

Selain itu, juga ada sosialisasi dan bantuan teknis keselamatan untuk angkutan sungai dan danau. Yakni di Kabupaten Magetan dan Ngawi. Pasalnya, keselamatan tidak hanya di darat tapi di semua dan angkutan penyebrangan serta sungai merupakan tanggungjawab Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

“Sosialisasi merupakan sarana edukasi pada semua lapisan, baik usia dini, remaja, anak sekolah dan dewasa. Pentingnya keselamatan di jalan harus terus diingatkan sehingga slogan keselamatan tidak hanya slogan namun budaya kita sehari-hari dalam berlalu-lintas,” katanya.

Hanura menambahkan, data empiris dari Polda Jawa Timur tahun 2019 ada penurunan angka kecelakaan di Jawa Timur mengalami penurunan. Artinya tingkat kesadaran di masyarakat meningkat sehingga pihaknya terus mengajak semua stacholder yang ada dan sekolah untuk terus mendengungkan pentingnya menjaga keselamatan.

“Kalau prosentase cukup signifikan, contoh pada masa angkutan lebaran kemarin dari tahun 2016 sampai 2019 ada penurunan angka kecelakaan baik kwalitas maupun kuantitas angka kecelakaan itu sendiri. Tiap tahun, sosialisasi keselamatan terus diagendakan dan bertahap,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubdit Manajemen Keselamatan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Afi Mukti Amin menambahkan, program yang sudah ada terus akan ditingkatkan meski angka kecelakaan menurun signifikan. Namun angka masih berada di kisaran 107 kejadian di tahun 2018.

“Namun tingkat fatalitas harus dikurangi secara signifikan, karena memang di dalam rencana umum nasional keselamatan jalan kita harus bisa menurunkan sampai 50 persen tingkat fatalitas. Artinya kita harus terus mengedukasi masyarakat tentang pentingkan keselamatan,” ujarnya.

Sehingga keselamatan bukan hanya sebagai kebutuhan yang hanya dimiliki masyarakat tertentu saja tapi budaya. Contoh, jika tidak menggunakan helm padahal masyarakat Indonesia dominan menggunakan sepeda motor baik di jalan lingkungan, perkotaan apalagi antar kota.

“Padahal sepeda motor tidak diperuntukkan untuk jalan antar kota yang melebihi dari batas jarak yang memang ditentukan. Artinya, kita harus mengedukasi paling tidak helm digunakan sesuai standar sampai klik. Hasil penelitian, menggunakan helm itu bisa mereduksi 64 persen dari kondisi faktalitas jika kepala kita kena benturan,” paparnya.

Selain mengedukasi masyarakat secara luas, lanjut Afi, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mempunyai program untuk usia dini. Yakni Sadar Lalu-lintas Usia Dini (Salud). Di beberapa provinsi menjadi pilot project yang bekerja sama dengan Kemendikbud.

“Yakni bagaimana mengedukasi anak-anak di usia dini. Merealese data kecelakaan pihak kepolisian, Jawa Timur masih menduduki 5 besar sehingga perlu kerja keras. Artinya program ini tidak hanya di kalangan pemerintah tapi juga bekerjasama dengan pihak swasta agar Jawa Timur menjadi provinsi keluar dari 5 besar,” tegasnya.

Abdi mengapresiasi program yang dilakukan BPTD Wilayah XI Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur baik Kabupaten/Kota di Jawa Timur bekerja sama dengan pihak kepolisian. Seperti Jambore Keselamatan Jalan (JKJ) untuk tingkat pelajar SMP.

“Jadi teman-teman Propinsi Jawa Timur sudah memulai dengan sangat bagus sehingga perlu ditingkatkan baik dari segi kwalitas frekuensi maupun kwalitas bagaimana ini lebih mengedukasi ke masyarakat. Angka pelajar di usia produksi, dari data hampir 130 profil kejadian itu dialami oleh adik-adik kita di level usia 10-19 tahun,” lanjutnya.

Artinya jika terus meningkat bagaimana regenerasi kita bisa meneruskan tongkat estafet yang sudah berjalan dengan sangat bagus. Selain jalan santai, dalam kegiatan tersebut juga diadakan lomba mewarnai serta pengundian dan pembagian doorprize kepada peserta jalan sehat. Dengan hadiah utama kulkas dan tujuh unit sepeda gunung.

Sebelumnya, BPTD Wilayah XI Provinsi Jawa Timur menggelar Jambore Keselamatan Jalan (JKJ) di Lentera Camp Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto pada, Jumat (6/9/2019). Yakni dengan peserta perwakilan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Jawa Timur.[way/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar