Iklan Banner Sukun
Olahraga

Kalah di Final Porprov Jatim VII, Tim Sepak Bola Wanita Bondowoso Tetap Ceria

Tim sepak bola wanita Bondowoso berfoto bersama dengan Sekretaris PSSI Jatim Dyan Puspito Rini

Jember (beritajatim.com) – Keceriaan dan kegembiraan tetap terpancar dari wajah para pemain tim sepak bola wanita Kabupaten Bondowoso, kendati kalah telak 0-5 dari Banyuwangi, dalam pertandingan final Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jumat (1/7/2022).

Feni Nurrahmah dan kawan-kawan tetap tertawa dan berswafoto dengan pelatih dan ofisial. Mereka juga bergembira saat Sekretaris Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur Dyan Puspito Rini ikut berfoto bersama. Tak ada kekecewaan meski hanya memperoleh medali perak.

Bagi tim sepak bola wanita Bondowoso, medali perak adalah capaian di luar dugaan. Seharusnya tim yang dilatih Subangkit Adiputra ini bertanding memperebutkan medali perunggu melawan Lamongan. Mereka sudah kalah 0-4 dari Kota Malang di babak semifinal.

Namun keberuntungan berpihak kepada Bondowoso. Panitia Disiplin PSSI Jatim menjatuhkan sanksi diskualifikasi kepada Kota Malang, karena ketahuan menggunakan dua pemain tidak sah. Akhirnya kemenangan Malang dibatalkan, dan Bondowoso yang melaju ke final.

“Alhamdulillah, kami sudah melebihi target yang diberikan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten Bondowoso. Target kami empat besar. Sudah mencapai grand final. Ini suatu hal yang luar biasa dan kebanggaan bagi kami masyarakat Bondowoso,” kata Adiputra.

Adiputra mengatakan, tim tersebut akan dipertahankan untuk Porprov Jatim VIII yang akan akan digelar tahun depan. “Kami akan tambal sulam, karena ada empat pemain yang tidak bisa ikut lagi larena faktor usia. Kami akan cari pemain lagi di Bondowoso. Insya Allah kami akan rutin dan intensif melatih adik-adik,” kata pria yang juga Ketua Asosiasi Kabupaten PSSI Bondowoso ini.

Pembinaan sepak bola wanita di Bondowoso berbasis klub. “Mungkin ada tiga atau empat klub sepak bola wanita. Kami mendidik sejak 2021, sejak tidak tahu soal bermain sepak bola. Hanya satu pemain yang sudah senior. Sementara yang lain memulai dari nol,” kata Adiputra. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar