Iklan Banner Sukun
Olahraga

Kalah 3 Kali, Pelatih Persela: Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama

Pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan (63).

Lamongan (beritajatim.com) – Pelatih Persela Lamongan Iwan Setiawan melakukan sejumlah upaya perbaikan dan evaluasi terhadap tim berjuluk Laskar Joko Tingkir. Perbaikan demi meningkatkan performa pemain dan karakter gaya permainannya di BRI Liga 1 musim ini.

Dari catatan hasil evaluasi tersebut, Pelatih kelahiran Medan ini menyampaikan bahwa Persela masih memiliki banyak celah dan kekurangan. Apalagi dari 5 pertandingan yang telah dijalani, timnya harus menelan pil kekalahan sebanyak 3 kali.

Adapun 3 pertandingan yang berujung pada kekalahan tersebut adalah saat Persela berhadapan dengan lawannya PSIS Semarang, Persita Tangerang dan Persija Jakarta. Meski demikian, Iwan berkata, ke depan ia akan bekerja keras agar bisa menyuguhkan penampilan yang lebih baik lagi.

“Kalau boleh kita sesalkan, ada pertandingan-pertandingan yang semestinya kita dapat poin, seperti halnya saat kita melawan PSIS Semarang, tapi ternyata kita kebobolan di injury time,” ujar pelatih berusia 63 tahun tersebut, Jumat (1/9/2021).

Lebih lanjut, juru taktik Persela ini menuturkan, kekalahan timnya atas PSIS itu memang terasa menyakitkan. Pasalnya, sepanjang pertandingan Persela mampu mengimbangi permainan PSIS, bahkan banyak peluang yang tercipta. Hanya saja, di penghujung pertandingan, Persela gagal meraih poin penuh di laga perdananya.

Sehubungan dengan hal itu, Iwan menyebut, ada beberapa masalah yang harus diperbaiki, yakni kurang maksimalnya konsentrasi pemain yang kembali terulang saat laga menghadapi Persita di pekan ketiga dan Persija di pekan keempat. Bagi Iwan, Persela sebenarnya bisa tampil lebih dominan.

“Kita kehilangan poin saat melawan Persita Tangerang, padahal unggul jumlah pemain, kita juga sangat dominan. Lalu saat lawan Persija kita juga kalah. Semua tahu bahwa Persija sangat kuat sekali dengan gaya possesionnya, tapi saat bertanding lawan kita kemarin, justru kita yang dominan possesionnya. Kalau enggak salah 60 banding 40 persen,” katanya.

Tak hanya masalah konsentrasi pemain, Iwan juga mengatakan, faktor lain yang menyebabkan Persela tidak bisa membawa pulang poin penuh dari 3 pertandingan yang dijalani tersebut karena masalah buruknya penyelesaian akhir saat mendapatkan peluang di depan gawang lawan.

“Ini akan menjadi semacam cambuk, bahwa jangan sampai terulang lagi. Jadi untuk ke depannya kami tidak boleh lagi mengulangi kesalahan yang sama, sehingga bisa maksimal. Insya Allah di akhir kompetisi kita akan bisa menempati papan atas klasemen Liga 1, sesuai dengan mimpi kita,” tandasnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar