Iklan Banner Sukun
Olahraga

Sepak Bola Porprov VII Jatim

Kabupaten Pasuruan Waspadai Semangat Ngeyel Pemain Jember

Kabupaten Pasuruan saat mengalahkan Jombang 3-2 dalam pertandingan di Notohadinegoro, Jember, Jumat (17/6/2022).

Jember (beritajatim.com) – Setelah memetik tiga angka pada pertandingan pertama, Kabupaten Pasuruan akan menghadapi tuan rumah Kabupaten Jember, dalam penyisihan Grup C cabang sepak bola Pekan Olahraga Provinsi VII Jawa Timur, di Stadion Notohadinegoro, Senin (20/6/2022) sore.

Pelatih Pasuruan yang juga legenda Persebaya Surabaya, Subangkit, tidak punya persiapan khusus untuk menjinakkan tim yang diasuh M. Rofiq itu. “Kami sudah tahu cara main Jember. Mereka ngotot sekali saat bermain. Mereka juga tentu sudah melihat cara kami bermain,” katanya.

Subangkit memuji lini serang Jember. ‘Tiga pemain depan mereka bagus. Tapi kami punya kelebihan dan kekurangan. Kelemahan Jember akan kami manfaatkan dan kelebihannya kami waspadai,” katanya.

Subangkit mengantisipasi tekanan dari pemain Jember. Ia berharap para pemain Pasuruan sudah fit menjelang pertandingan tersebut. “Tentunya semua tim punya target juara. Tapi kami lolos penyisihan grup dulu yang penting. Baru setelah itu berpikir bagaimana selanjutnya,” katanya.

Namun jelang pertandingan melawan Jember, Subangkit dihadapkan pada kondisi tak menguntungkan. Dua pemain andalannya, gelandang Ceppy Akhmad Pribadi dan penyerang Ali Mashori tidak fit. Padahal Ali adalah pencetak dua gol dalam kemenangan ‘epic comeback’ melawan Jombang pada pertandingan pertama, Jumat (17/6/2022) lalu.

“Kami sudah siapkan penggantinya,” kata Subangkit. Namun ia berharap kondisi keduanya membaik.

Dalam pertandingan perdana melawan Jombang, Kabupaten Pasuruan menunjukkan mentalitas juara. Tertinggal 0-2 pada babak pertama, Ali Mashori dan kawan-kawan membalik kedudukan dan menang 3-2. Namun kendala terbesar akan dihadapi Pasuruan jika hujan deras turun mengguyur lapangan Stadion Notohadinegoro.

“Kalau hujannya deras, masalahnya di sana. Permainan tidak akan bisa berkembang. Susah. Anak-anak harus siap. Kondisi lapangan licin dan bola tidak bisa bergulir. Apa yang kami berikan di latihan tidak berjalan,” kata Subangkit. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar