Iklan Banner Sukun
Olahraga

Final Sepak Bola Porprov Jatim VII

Kabupaten Pasuruan Vs Jember, Subangkit: Mental Jadi Penentu

Subangkit, pelatih tim sepak bola Kabupaten Pasuruan

Jember (beritajatim.com) – Subangkit, pelatih Kabupaten Pasuruan, mewaspadai ketajaman lini serang Kabupaten Jember, dalam pertandingan final cabang sepak bola putra Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII, di Stadion Semeru, Kabupaten Lumajang, Sabtu (2/7/2022) malam.

“Saya lihat Jember saat melawan Kabupaten Malang. Yang perlu kami waspadai dari Jember adalah lini depan mereka. Di semua lini mereka kuat. Tapi mereka juga punya kelemahan yang bisa kami manfaatkan,” kata Subangkit.

Subangkit memuji kecepatan para pemain depan Jember. “Tiga pemain depan mereka cepat. Pemain belakang mereka kuat, postur tubuh mereka tinggi,” katanya.

Pasuruan sempat dikalahkan Jember 0-1 pada pertandingan babak penyisihan Grup C di Stadion Notohadinegoro, Jember. “Saat itu mereka banyak main long passing (umpan panjang). Saat lawan Kabupaten Malang, mereka main build up operan dari kaki ke kaki,” kata Subangkit.

Kedisplinan jadi kunci untuk mengalahkan Jember. “Kami harus disiplin di semua lini. Mulai dari pemain depan kami harus bertahan,” kata Subangkit. Ia menilai kekalahan dari Jember pada babak penyisihan lebih banyak karena faktor keberuntungan.

Selama menjalani lima pertandingan Porprov Jatim VII, lini serang Kabupaten Pasuruan tergolong tajam. Mereka mencetak sembilan gol. Lima gol di antaranya diborong Ali Mashori. Namun pertahanan Pasuruan juga tak cukup solid dan sudah kebobolan lima gol sampai saat ini. Dari lima pertandingan, mereka hanya sekali mencetak clean sheet, saat melawan Banyuwangi di perempat final.

Subangkit mengakui adanya kelemahan di barisan belakang. “Kami evaluasi dan perbaiki di latihan. Saat pertandingan banyak terjadi momentum atau situasi yang kadang-kadang pemain lalai. Ini yang dimanfaatkan pemain lawan.” katanya.

Salah satu problem lini belakang Pasuruan adalah tidak bisa dimainkannya penjaga gawang utama Mohammad Hisyam, karena cedera saat melawan Kota Malang pada babak penyisihan. Subangkit tak punya alternatif selain memainkan Akhmad Yanuar. “Tidak ada lagi. Kami hanya bawa dua orang kiper,” katanya.

Dalam pertandingan final, Subangkit tak akan mengubah ‘the winning team’ yang mengalahkan Kota Surabaya 2-1 di babak semifinal. Namun dia tidak bisa menurunkan pemain gelandang Edo Kurniawan yang terkena akumulasi kartu kuning. M. Satrya Rinaldi sudah disiapkan untuk menggantikan posisi Edo.

“Saya tekankan kepada anak-anak, bahwa melawan Jember yang berperan penting adalah mental. Kalau mental kita tidak siap, kita akan nervous. Saya bilang ke anak-anak agar mempersiapkan mental, karena tekanan bukan hanya dari pemain lawan, tapi juga suporter,” kata Subangkit.

“Dalam pertandingan seperti ini, makin tinggi levelnya, yang dibutuhkan adalah mental. Mental anak-anak harus siap,” kata Subangkit.

Subangkit juga meminta para pemainnya agar berhati-hati dalam membaca bola yang akan didistribusikan kepada pemain depan Jember. “Mereka harus bisa antisipasi arah bola,” katanya.

Subangkit juga sudah menyiapkan para pemain untuk menghadapi kemungkinan adu penalti. “Kami ada latihan khusus. Kami harus mempersiapkan semua kemungkinan yang ada. Kami tidak berharap sampai adu penalti. Tapi yang penting kami menang. Kalau bisa pada waktu normal,” katanya. [wir/gted]

Perjalanan tim sepak bola Kabupaten Pasuruan ke final
Penyisihan Grup C
3-2 vs Kabupaten Jombang (Gol: Rizky Wahyu Widodo 57, Ali Mashori 74 dan 75)
0-1 vs Kabupaten Jember
2-1 vs Kota Malang (Gol: Novi Atmaja Indra Pamungkas, 11 dan 51)

Perempat Final
2-0 vs Kabupaten Banyuwangi (Gol: Ali Mashori 9, Ceppy Akhmad Pribadi 45+1)

Semifinal
2-1 vs Kota Surabaya (Gol: Ali Mashori pen 12, 18)


Apa Reaksi Anda?

Komentar