Iklan Banner Sukun
Olahraga

Porprov Jawa Timur VII

Kabupaten Gresik Pertahankan Juara Umum Porprov Panjat Tebing

Kontingen Kabupaten Gresik menerima medali emas di Porprov Jatim VII 2022

Surabaya (beritajatim.com) – FPTI Kabupaten Gresik sukses mempertahankan gelar juara Porprov cabang olahraga panjat tebing. Pada hari terakhir, tim Kota Pudak menambah satu emas kategori olympic perorangan putri dan perak perorangan putra, Jumat 1 Juli 2022.

Emas terakhir Gresik disumbang Alma Ariela Tsany, sedangkan perak atas nama Robby Al Hilmi.

Dengan demikian, Gresik berhak menjadi juara umum, sekaligus mempertahankan gelar cabor panjat tebing Porprov. Total emas yang didapat sebanyak tujuh keping, ditambah lima perak, dan empat perunggu sepanjang lomba di Jasalindo Wall Climbing, Situbondo.

Pembina panjat tebing Gresik, Abbas mengaku puas dengan capaian tersebut. Namun pihaknya menilai ada beberapa emas yang lepas. Sebut saja boulder tim putra dan lead perorangan putra.

“Harusnya bisa mendapat sembilan atau sepuluh emas. Ada dua medali yang seharusnya bisa direbut, menjadi milik tim lain. Bagi kami, itu tidak masalah,” kata Abbas.

Ia menambahkan jika gelaran Porprov VII/2022 ini sudah bagus dari sisi pembinaan. Cukup banyak atlet muda berbakat yang bisa diorbitkan dan memiliki masa depan bagus.

“Kami juga menurunkan beberapa atlet senior, untuk diberi kesempatan sebagai porprov terakhir,” pungkasnya.

Sementara itu, Kota Surabaya di hari terakhir menambah satu perak dan satu perunggu. Dengan demikian, Surabaya menempati urutan kedua klasemen akhir dengan total empat medali emas, tujuh perak, dan tiga perunggu.

“Selama gelaran Porprov tahun ini, kita sudah maksimal. Mencoba merebut medali yang tersisa di hari terakhir, dan inilah perjuangan anak-anak. Mereka bagus dan sudah maksimal,” kata *Ketua Umum FPTI Surabaya, Mochammad Efendi*.

Kriwul, sapaannya, mengakui hasil akhir sedikit di luar perkiraan. Ia masih belum menyembunyikan kesedihan di speed world record relay beregu putri. Emas tersebut dirampas Kota Probolinggo sehari sebelumnya.

“Ya, inilah kejuaraan. Faktor luck tidak bisa dikesampingkan. Meski di atas kertas kita unggul, namun ada hal-hal lain yang sulit diprediksi,” ungkapnya.

Kota Kediri membuat kejutan menduduki posisi ketiga, dengan tiga emas dan empat perunggu. Emas ketiga didapat melalui kategori olympic perorangan putra atas nama Putra Tri Ramadani di hari terakhir.

“Kami bersukur bisa melewati target dari dua emas, menjadi tiga emas. Semuanya melalui kelompok putra. Dua emas sebelumnya boulder tim putra dan lead perorangan putra,” kata Manajer Kota Kediri, Anom Saroja.(way/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar