Olahraga

Jember Tuan Rumah Porprov, Bupati Pastikan Ada Training Center

Bupati Hendy Siswanto bermain golf. [foto: jemberkab.go.id]

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto memastikan akan ada pusat pelatihan (training center) untuk menyambut perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur di Kabupaten Jember.

“Pasti, pasti (ada). Kembali ke APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah). Nanti leading sector-nya Dinas Pemuda dan Olahraga,” kata Hendy, menjawab pertanyaan wartawan, usai sidang paripurna nota pengantar LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2020, di gedung DPRD Jember, Selasa (14/4/2021) malam.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengatakan, ada alokasi anggaran Rp 3 miliar di Dinas Pemuda dan Olahraga dalam APBD 2021. “Pertama untuk pemusatan latihan sebesar Rp 2,5 miliar. Untuk seleksi atlet Rp 500 juta. Kemudian untuk NPCI (National Paralympic Committee Indonesia), kejuaraan difabel, dianggarkan sebesar Rp 125 juta,” katanya, Sabtu (3/4/2021) lalu.

Alokasi anggaran tersebut disambut gembira pengurus cabang olahraga. Ketua Harian Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Kabupaten Jember Agus Hadi Santoso mengatakan, anggaran tersebut meringankan pengurus. “Selama ini memang tidak ada dana untuk hal-hal seperti itu, sehingga ditomboki Ketua PBSI,” katanya.

Agus menyebut disahkannya APBD 2021 merupakan awal yang baik bagi bupati dan DPRD Jember. “Sudah mau dan bersedia memikirkan atlet-atlet yang diandalkan Kabupaten Jember,” katanya.

PBSI akan melakukan karantina terhadap atlet-atlet yang lolos seleksi. Performa para atlet dipantau dari waktu ke waktu. “Sehingga semakin hari semakin bagus,” kata Agus.

Agus menilai, para atlet bulutangkis Jember bisa bersaing di tingkat Jatim. “Lawan yang berat Surabaya, Sidoarjo, dan Kediri. Di sana banyak pemain bagus,” katanya.

Saat ini, Jember sudah memiliki empat atlet putra yang bisa diandalkan dan dua atlet putri. “Padahal kuotanya tujuh atlet putra dan lima atlet putri, untuk memenuhi syarat agar masing-masing atlet tidak bertanding dua sampai tiga kali,” kata Agus.

Sementara itu, Ketua Harian Federasi Olahraga Karate-do Indonesia Jember Sujatmiko mengatakan, porporv harus disiapkan sedini mungkin. “Persiapan kami relatif agak sempit juga kalau dibandingkan daerah-daerah lain yang sudah melakukanb pemusatan laithan jangka panjang. Harapan para cabor untuk pemusatan latihan atau training center dilatih pelatih-pelatih yang memiliki kualifikasi nasional,” katanya.

Menurut Sujatmiko, prioritas perlu ditujukan untuk cabang-cabang olahraga yang punya harapan untuk mendulang medali emas. Alokasi anggaran diberikan kepada cabor-cabor harus sesuai kinerja masing-masing. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar