Olahraga

Jelang Puslatda PON Papua, Atlet Kota Malang Jalani Rapid Test

Rapid test atlet Puslatda Jatim jelang PON Papua di KONI Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Jelang pemusatan latihan daerah (Puslatda) Jatim untuk persiapan PON Papua 2021. Atlet di Kota Malang pun menjalani rapid test secara drive thrue dihalaman depan Kantor KONI Kota Malang. Kegiatan ini dilakukan langsung oleh KONI Jatim bersama Dinkes Provinsi Jatim.

Ketua pelaksana, Nurul Ansori mengatakan 144 atlet dan pelatih mendapatkan kesempatan jalani rapid test gratis ini. Menurutnya, rapid test ini merupakan dukungan dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Apalagi target Jatim di PON Papua menjadi juara umum.

“144 atlet dan pelatih yang di rapid test, ini dukungan Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indra Parawansa, beliau sangat perhatian dengan kesehatan atlet karena pertama selamat kemudian prestasi. Ketua KONI Jatim hanya melaksanakan kegiatan ini. Rapid ini dalam rangka puslatda Jawa Timur menuju PON Papua Juara,” kata Nurul Ansori, Senin, (3/8/2020).

Hasil rapid test di KONI Kota Malang.

Rapid test ini digelar untuk ketiga kalinya, pertama diadakan di Surabaya, Malang dan selanjutnya di Kediri. Dengan target juara diharapkan atlet yang mengikuti Puslatda dalam keadaan sehat sehingga fokus melakukan pemusatan latihan.

“Ini dukungan Gubernur yang selalu ingin Jatim sukses, karena mereka ini atlet dan pelatih yang ditargetkan juara. Kita lakukan drive thrue untuk menghindari kerumunan, setelah rapid test mereka mendapatkan hand sanitizer, APD, dan suplemen,” ujar Nurul Ansori.

Untuk atlet yang hasil rapid testnya reaktif akan langsung di swab dan dikirm ke rumah isolasi. “Hasil yang reaktif langsung di test swab dan dibawa ke rumah isolasi kita juga sudah kerjasama dengan rumah sakit dan Dinkes Jatim,” imbuh Nurul Ansori.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Malang Edy Wahyono mengatakan rapid test ini penting untuk memastikan kondisi atlet sehat. Sejauh ini ada tiga hasil rapid test yang dinyatakan reaktif. Mereka akan di swab untuk selanjutnya di lakukan penanganan khusus.

“Semua yang menjalani rapid test adalah atlet dan pelatih yang memang akan mengikuti Puslatda. Memang sejauh ini ada yang reaktif tapi itu belum tentu positif Covid-19. Yang jelas kita akan swab dan melakukan penanganan lanjutan,” tandas Edy. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar