Olahraga

Jelang Lawan Kalteng Putra di Surabaya, Ini Pesan Kapolrestabes ke Bonek

Surabaya (beritajatim.com) – Jelang pertandingan home pertama Shoppe Liga 1 Selasa, (21/5/2019), Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandy Nugroho memberikan wejangan kepada para koordinator bonek  di Warkop Pitulikur Surabaya.

Sharing antara Bonek dan Kapolrestabes Surabaya ini  disampaikan koordinator tribun  kepada Bapake Bonek  yakni ingin arek arek bonek lebih dewasa, meminta adanya perbaikan jalan akses menuju stadion agar supporter dari luar kota terhindar dari kemacetan.

“Baru di Surabaya kemauan supporter untuk beli tiket, di daerah lain kebanyakan para supporter meminta privillage tiket, bagi supporter yang masih kesadarannya minim untuk membeli tiket,  Diharapkan kesadarannya makin tinggi,  dan hal ini dibutuhkan koordinasi lagi bersama manajemen.” Ucap Kombes Pol Sandy Nugroho.

Menyikapi tersebut, Koordinator tribun timur mengatakan masih banyaknya kejadian copet dan mendengar informasi terbaru 18 buah handphone supporter lamongan hilang, selaku koordinator mengharapkan adanya koordinasi dari manajemen dengan Kepolisian untuk menyikapi dan mengantisipasi keamanan, yang terutama saat screening tiket untuk menjamin keamanan bagi supporter baik dari bonek maupun tamu dan yang sering terjadi ketika saat antri masuk.

“Diharapkan lebih ketat lagi, karena masih banyak bonek bonek liar yang belum terkoordinasi, Mereka hanya manfaatkan baju bonek untuk bermaksud lain dan memanfaatkan situasi saat antri masuk / screening tiket,  dan Pelaku yang melakukan aksi itu kebanyakan masih dibawah umur dan Bonek liar yang tidak terkoordinasi.” Tambah Hasan Tiro Koordinator tribun timur.

Kombes Pol Sandy Nugroho yang hadir bersama Wakapolrestabes Surabaya dan Pejabat Utamanya  berharap apabila ada kejadian seperti diatas, menyampaikan  “Jangan sampai menunggu untuk segera disampaikan kepada apparat, dan saya mendukung dibentuknya satgas gabungan dari koordinator tribun bersama kepolisian,  Karena yang bisa mengenali bonek sejati dan Bonek yang ikut ikutan adalah ya bonek sendiri”. Ucap Kapolrestabes Surabaya.

“Untuk permasalahan handphone hilang, mohon masukkan saat pelaporan disertakan nomornya, agar bisa kami lalukan pelacakan” pinta  Kombes Pol Sandy Nugroho kepada koordinator tribun yang hadir.

“Dan rencana akan dipasang cctv  pada titik rawan, penempatan petugas dari intel dan reserse pada setiap titik rawan dan titik masuk, untuk Sweeping pada pintu masuk akan diperketat, Diharapkan tidak ada protes bahwa Polisi sweepingnya ketat, namun akan lebih baik jika ada pendampingan dari pihak koordinator. “ Sambung Kapolrestabes Surabaya.

Agus Bimbim selaku dirijen di Tribun Kidul atau yang dikenal sebagai Cak Tessy, juga menyampaikan unek uneknya, “Sweeping jangan terkonsen di Pintu masuk,  Tapi juga di tribun yang  dekat dengan sawah-sawah, dan berharap ada penempatan petugas berseragam di tribun.” Pintanya.

“Bagi Manajemen, diharapkan perbaikan infrastruktur akses masuk. Karena hal tersebut menjadi salah satu Pemicu membludaknya/penumpukan pada pintu masuk, dan adanya penambahan akses pintu masuk agar tidak terdapat penumpukan saat antri, karena hal tersebut memberikan kesempatan pada pelaku copet /bonek liar. Tambah Cak Tessy

“Mari Bersama-sama ciptakan Zero Accident untuk dulur-dulur Bonek maupun suporter tamu, mengajak para koordinator tribun untuk membentuk semacam satgas, untuk mengenali mana bonek yang terkoordinasi terdaftar dan mana yang bonek liar dan Kedepannya diharapkan semua bonek bisa di koordinasi.”Pinta Kombes Pol Sandy lulusan terbaik AKPOL tahun 1995 kepada koordinator tribun.[way/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar