Olahraga

IOF Bakal Gelar Kejurda di Kediri, Pegiat olahraga Otomotif Offroad Silahkan Merapat

Kediri (beritajatim.com) – Ketua Umum Indonesia Offroad Federation (IOF) Pengcab Kediri, Doktor H Muhammad Gatot Kaca mengatakan, olahraga offroad di Kediri sudah ada sejak 1990-an. Banyaknya pegiat offorad di Kediri menjadi alasan IOF Pengcab Kediri dibentuk.

“Kediri selalu memborong predikat peserta terbanyak di event-event nasional. Karena itu kami mewadahi dan mengumpulkan teman-teman,“ katanya usai pengesahan IOF Pencab Kediri oleh Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Timur di Hotel Merdeka, Kota Kediri.

Selain pembentukan IOF Pengcab Kediri kegiatan ini juga diisi dengan Rapat Kerja Daerah Pengurus IOF Jatim 2020. Sementara IOF sendiri merupakan wadah bagi pegiat olahraga Otomotif Offroad.

IOF ini nantinya akan berfokus pada berbagai bidang seperti salah satunya pada bidang prestasi. Selain itu bidang sosial, kebencanaan juga menjadi perhatian dari organisasi ini olahraga ekstrem ini.

“Harapan kami semua bisa kompak guyub rukun, bisa bekerjasama dengan baik dengan semua elemen mulai umum, pemerintah, lain-lain bisa bergabung. Ini sebenarnya adalah olahraga murah dan tanpa risiko,” katanya.

Terpisah, Ketua Harian IOF Pengcab Kediri, Yusman Prastyanto, menjelaskan berbagai program telah disiapkan seperti pelatihan kebencanaan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk fokus sosial. Selain itu pada bidang prestasi dia juga sudah menyiapkan pembibitan dengan fasilitas yang ada pada 11 ni byklub, 7 klub jeep 4×4 dan 4 klub motor trail.

“Tahun ini kami juga dipercaya untuk mengadakan Kejuaraan Daerah di Kediri, ada beberapa sirkuit yang bisa digunakan di Kediri. Untuk kendala pembinaan adalah pada mobil, kami hanya memiliki 7 saja. Kedepan kami mempromosikan agar lebih banyak lagi yang ikut, sehingga lebih banyak mobil yang bisa digunakan untuk pembinaan,” imbuhnya.

Dia memaparkan dengan adanya organisasi ini dia juga mengedukasi bahwa tidak hanya sebagai hobi saja, offroad juga bertujuan untuk bidang prestasi. “IOF ini tidak hanya untuk gaya atau pelan-pelan saja, tapi juga ada untuk prestasi,” jelas Yusman.

Sementara itu, Ketua Harian IOF Jatim, Andreanus Somalengge menjelaskan IOF merupakan organisasi non profit yang setara Ikatan Motor Indonesia (IMI). Dibanding IMI, IOF lebih berfokus pada olahraga otomotif Offroad saja.

“Kami adalah organisasi setara IMI, ya memang IMI ada divisi offroad, tapi secara regulasi tetap IMI menyerahkan pada IOF. Di Jatim adalah gudangnya atlet prestasi, baik dari tingkat daerah atau nasional,” pungkasnya. [nm/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar