Olahraga

Insan Bulutangkis Jember Berjuang Sendiri di Tengah Keterbatasan Dana

Ketua Harian Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Jember Agus Hadi Santoso [foto: dokumen FB]

Jember (beritajatim.com) – Cabang olahraga bulutangkis di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berjuang di tengah keterbatasan dana. Jumlah klub dengan pembiayaan mandiri bertambah.

“Terakhir kami mendapat anggaran Rp 50 juta saat Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) dijabat Pak Ahmad Halim. Saat itu masa jabatan terakhir Pak Halim dan masa Bupati Faida,” kata Ketua Harian Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Jember Agus Hadi Santoso, Rabu (24/3/2021).

Setelah Halim lengser dari posisi Ketua Koni, anggaran pun sulit. “Nampaknya regulasi penganggaran terhadap cabor stagnan, sehingga walau pun ada dana berupa bantuan-bantuan kecil, tidak signifikan,” kata Agus.

Di tengah keterbatasan anggaran, 12 klub pembinaan masih menggembleng bibit-bibit pebulitangkis muda. Klub tertua adalah Persatuan Bulutangkis Putra yang berdiri sejak 1977. Ada pula PB Smash, SAA Ambulu, Putra Bintang Puger, MJ Gumukmas, Bosowa Kalisat.

Sementara klub yang baru adalah Huda Badminton Club Patrang, Ras Badminton Cluib di Sumbersari, Indoraya Sukorambi, Karisma Silo, dan Surya United Rambipuji. “Satu lagu masih dalam proses pendaftaran di PBSI adalah klub dari Kecamatan Pakusari,” kata Agus/

Agus melihat ada gairah baru di sektor bulutangkis Jember. Ada keinginan mengembalikan masa di mana Jember melahirkan pemain seperti Sarwendah dan Trikus. “Bahkan ingin melahirkan legenda seperti Mulyadi. Sayangnya selama tiga tahun terakhir ini PBSI tidak ada support dari pemerintah. Itu yang tidak menarik, sehingga tidak bisa mengembangkan atau membina klub-klub secara maksimal,” katanya.

PBSI ingin bertemu dengan Komisi D DPRD Jember untuk menyampaikan persoalan-persoalan yang dihadapi saat ini. “Harus ada konsensus antara DPRD dan bupati untuk memperhatikan olahraga di Jember, utamanya bulutangkis. Kalau diklasifikasi, di antara 36 cabor, biaya terbesar selain sepakbola adalah bulutangkis. Perlu support dana lumayan untuk bukutangkis agar bisa membina klub dan atlet di Jember agar maksimal. Atlet yang sudah punya prestasi, akan berprestasi, dan punya talenta harus diperhatikan, karena Jember sering dihitung kabupaten lain,” kata Agus. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar