Olahraga

Ini Penyebab PSMP Kalah 1-3 Atas Borneo FC

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah faktor menjadi penyebab PS Mojokerto Putra (PSMP) kalah 1-3 atas tamunya Borneo FC dalam leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia yang digelar di Stadion Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa (29/1/2019).

Pelatih PSMP, Jamal Yastro mengatakan, melihat dari hasil pertandingan tersebut banyak faktor yang perlu dibenahi. “Pertama, kita pernah bertemu Borneo FC dalam uji coba dalam kondisi bagus dan pemain masih komplit. Lima pemain inti memang berpengaruh,” ungkapnya.

Kedua, lanjut Jamal, dalam pertandingan tersebut hanya ada waktu lima sampai enam hari latihan dan pemain datang tidak bersamaan sehingga stamina dan kebersamaan pemain cukup mempengaruhi. Ditambah posisi inti yang ditinggalkan pemain.

“Pemain lapis kedua perbedaannya sangat jauh dengan pemain inti untuk mengimbangi dengan waktu dekat terutama dalam fisik, kita tidak bisa menyamakan,” katanya.

Mental pemain juga terpengaruh karena belum ada kejelasan nasib PSMP kedepan terkait sanksi yang dihadapi. Kekalahan tiga gol Borneo FC merupakan keteledoran dari pemain sendiri. Pemain baru berkumpul sehingga kolaborasi dan kebersamaan kurang.

“Dari sektor kiri kurang komunikasi sehingga lawan bisa mencetak gol. Seperti gol pertama dari tendangan bebas. Apa yang menjadi kelemahan akan dievaluasi di latihan selanjutnya, masih ada waktu. Semua bisa terjadi,” tuturnya.

Jamal menambahkan, pemain lapis kedua seharusnya sudah padu, namun karena libur cukup lama sehingga tidak ada kebersamaan. Hal tersebut juga menjadi faktor, selain sanksi PSSI yang mempengaruhi mental pemain.

Sementara itu, pemain PSMP, Ade Christian Pratama mengatakan, pertandingan yang ditinggal lima pemain inti sangat berpengaruh terhadap tim. “Main bola, memang secara fisik kita kalah tapi secara tim work kita masih bisa mengimbangi Borneo FC,” ujarnya.

Masih kata Ade, pertandingan lemah dalam mengantisipasi bola crossing di tiga gol yang dicetak Borneo FC. Menurutnya, pemain lapis kedua juga harus banyak latihan dan adaptasi sehingga tim work bisa terjalin dengan baik.

“Ada kepikiran juga (sanksi PSMP, red), secara psikologis kita masih menerawang kedepannya nasib PSMP bagaimana, besok kita main dimana, sehingga sangat berpengaruh,” tegas pemain yang ingin main di Liga 1 ini.

Ditunjuk sebagai kapten pengganti, Ade mengaku bangga tapi sebagai kapten pengganti juga sangat bera. Karena harus memandu teman-temannya di lapangan agar tidak salah dalam melakukan passing, kontrol agar bisa bermain baik. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar