Olahraga

Ini Penjelasan Resmi Soal Relasi Bupati Jember dengan Persid

Bupati Faida dan Persid Jember (foto: humas pemkab)

Jember (beritajatim.com) – Ada sejumlah pertanyaan terkait pembangunan yang dipertanyakan Partai Hanura dan Demokrat DPRD Jember kepada Bupati Faida, dalam sidang paripurna Perubahan APBD, di gedung DPRD Jember, Jawa Timur. Salah satunya adalah posisi bupati terkait kepemilikan atas klub sepak bola Persid. Bagaimana jawaban pemerintah daerah?

Wakil Bupati Abdul Muqit Arief yang membacakan jawaban bupati dalam sidang paripurna di DPRD Jember, Jawa Timur, Rabu (7/8/2019), menyampaikan bahwa Persid adalah kebanggaan bersama. “Terhadap permasalahan Persid yang selama ini dikelola oleh Yayasan Persid Jember, tidak dapat diselesaikan seketika,” katanya.

Muqit mengatakan, semua pihak perlu duduk bersama untuk merumuskan solusi konkret. “Meskipun demikian keikutsertaan Persid dalam Liga 3, tetap mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jember, dalam bentuk supporting anggaran yang terdistribusi kepada beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah), untuk suksesnya Persid berlaga di Liga 3,” katanya.

Kontroversi mengenai hak kepemilikan atas Persid memang sudah lama terjadi. Kalangan suporter dari Berni menuntut agar Yayasan Persid Jember mengembalikan pengelolaan klub kepada bupati. Mereka memandang bahwa Persid adalah milik pemerintah daerah.

Ketua Yayasan Persid Jember Sunardi sempat mengungkapkan persoalan ini dalam pertemuan dengan Bupati Faida di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Minggu (4/8/2019) pagi. “Yang jelas, karena Persid ini Persatuan Sepak Bola Jember, maka seperti tahun-tahun sebelumnya, yang punya tetap bupati Jember. Saya sampaikan begitu,” kata Sunardi saat itu. Dia hanya melaksanakan pengelolaan klub sebagaimana surat keputusan penunjukan oleh pengurus. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar