Iklan Banner Sukun
Olahraga

Ini Kunci Jatim Jadi Juara Umum Paralayang PON XX Papua

Tim Paralayang Jatim

Papua (beritajatim.com) – Menjadi parameter juara umum, cabang olah raga Paralayang berhasil menorehkan enam emas, tiga perak, dan satu perunggu.

Keberhasilan itu lebih bagus ketimbang saat mereka jadi juara umum di PON XIX/2016 lalu. Saat itu Jatim hanya meraih empat emas, tiga perak, dan dua perunggu. Hasil itu membuat sang pelatih Sugeng Santoso sangat puas.

“Apalagi awalnya target dari KONI Jatim adalah kami harus mendapat empat emas. Alhamdulillah sekarang malah bisa over target,” kata Sugeng, Kamis (14/10/2021).

Sang pelatih tidak menyangka bisa membawa pulang enam emas. Sebab, menurut Sugeng, venue paralayang di Bukit Entrop, Jayapura, punya tingkat kesulitan luar biasa.

“Yang pertama itu tempat landing yang kurang ideal. Tempat mendarat itu lembah yang bentuknya seperti mangkok. Sehingga potensi turbulensi sangat besar,” kata Sugeng.

Tim Paralayang Jatim

Bahkan faktor angin juga snagat berpengaruh. Kondisi angin di venue paralayamg dinilai tidak stabil. Hal itu jelas berpengaruh pada performa atlet saat terbang. Beruntung, seluruh atlet Jatim mampu melalui rintangan itu dengan bagus. Soal itu, Sugeng mengaku ada alasan khusus.

“Kami ini sudah lama mempersiapkan tim. Kami latihan lima hari dalam sepekan selama lima tahun terakhir. Jadi fisik anak-anak sudah sangat baik,” ungkap Sugeng.

Karena sudah lama melalukan persiapan itulah, para atlet tidak keder dengan kondisi vemue yang menantang. “Kami mennag di fisik plus mampu menerapkan strategi yang bagus,” tambahnya.

Perolehan paralayang dipuji oleh Ketua Harian KONI Jatim M. Nabil. Menurutnya, paralayang sudah mampu melampaui target yang diberikan. “Over target ini bagus. Karena bisa menutup kegagalan beberapa cabang olahraga lain yang tidak bisa mencapai target,” kata Nabil. Dia berharap emas masih bisa bertambah dalam sisa PON XX/2021 kali ini. [way/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar