Olahraga

Ini Kriteria Bupati untuk Calon Personel Yayasan Persid Jember

Bupati Hendy Siswanto saat memberikan sambutan dalam pembukaan salah satu kegiatan sepak bola di Stadion Notohadinegoro Jember.

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mempersilakan siapapun mengusulkan nama-nama untuk masuk menjadi anggota dewan pembina, dewan pengawas, dan dewan pengurus Yayasan Persid Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Wajib masyarakat yang cinta Jember, aman ekonominya, dan suka sepakbola. Harus peduli dan bukan hanya peduli tanpa mengeluarkan support yang konkret untuk Persid,” kata Hendy kepada beritajatim.com, Minggu (13/6/2021).

Merunut sejarah pendirian Yayasan Persid Jember, lima anggota dewan pembina adalah representasi lima lembaga, yakni DPRD Jember, Pemkab Jember melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI, Asosiasi Sepakbola Kabupaten PSSI Jember, dan pengurus klub Persid sendiri.

Ahmad Halim, Wakil Ketua DPRD Jember dan anggota dewan pembina yayasan itu, mengatakan, lumrahnya personal anggota Yayasan Persid Jember akan berubah berdasarkan masa jabatan orang-orang yang mewakilinya.  “Mereka jadi pengurus dan pembina yayasan semua. Itu keterwakilan lembaga. Karena itu keterwakilan lembaga, pasti ada masanya,” katanya.

Menanggapi hal itu, Hendy mengatakan, bisa saja keanggotaan yayasan berdasarkan representasi lembaga. “Bisa juga, sesuai semangat kolaborasi dan sinergi. Kita akan pelajari secara teliti sesuai aturan,” latanya.

“Tinggal kita atur kembali kepemimpinan dan strukturnya. Untuk menghadapi kompetisi Liga 3, mungkin akan saya pegang sendiri agar kami bisa ada waktu untuk memilih dan membentuk tim yang bagus,” kata Hendy.

Pernyataan Hendy ini memuncaki drama dualisme yang sempat terjadi di tubuh yayasan antara kepengurusan yang diketuai Sholahuddin Amulloh alias Jo dengan Sunardi. Dualisme ini membuat Persid terancam tidak bisa mengikuti Liga 3 tahun ini, karena PSSI Jawa Timur meminta agar ada penyelesaian lebih dulu.

Bupati lantas mengusulkan agar yayasan diserahkan sepenuhnya kepadanya dan dipilih personel baru yang akan mengisi dewan pembina, dewan pengurus, dan dewan pengawas. Jika Yayasan Persid Jember tidak bersedia, maka bupati akan membuat rumah baru berupa yayasan baru untuk menaungi klub baru yang akan berlaga di Liga 3.

Semula, dalam surat pertamanya, Suparno menolak pembubaran yayasan dan meminta agar perombakan hanya dilakukan pada dewan pengurus dan dewan pengawas. Namun surat tersebut memicu perdebatan di dalam tubuh dewan pembina sendiri. Akhirnya dikirimkan surat kembali yang merevisi surat pertama tadi.

Dalam surat tertanggal 9 Juni 2021 itu, dewan pembina menyerahkan Yayasan Persid Jember kepada bupati. Kedua, Dewan Pembina sepakat meminta bupati menjadi ketua pembina Yayasan Persid Jember. Ketiga, memberikan kewenangan sepenuhnya kepada bupati untuk menyusun kembali atau mengganti personel yang ada dalam Yayasan Persid Jember. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar