Olahraga

Ini Alasan Mantan Manajer Persem Ingin Kelola PSMP

Calon investor PSMP, Muhammad Yusuf Andre.

Mojokerto (beritajatim.com) – Di tengah sanksi yang masih dijalani PS Mojokerto Putra (PSMP), muncul calon investor tim berjuluk The Laskar Mojopahit (Lasmojo). Ia adalah mantan Manajer Persem Kota Mojokerto, Muhammad Yusuf Andre.

Yusuf tidak lagi mengelola tim berjuluk Laskar Damarwulan sejak kompetisi tahun 2018. Ia berkeinginan mengelola PSMP. Tujuannya, ingin mengembalikan PSMP pasca menjalani sanksi.

Keseriusannya ditunjukkan dengan menggelar sejumlah sparing game bersama pemain Liga 1 ke sejumlah kabupaten/kota. Ini dilakukan untuk memperkenalkan tim dengan home base di Stadion Gajah Mada di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ke para pemain Tim Nasional (Timnas).

Seperti Hansamu Yama Pranata dan Feby Eka Putra yang memang kebetulan keduanya merupakan aset daerah yang dimiliki Kabupaten Mojokerto. Juga ada Rendi Irwan, Putu Gede, Hanif Sjahbandi. Beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur menjadi lokasi sparing game.

Selain memperkenalkan kepada pemain di Liga 1, ini dilakukan sebagai persiapan PSMP kembali berlaga di kompetisi nasional musim depan pasca sanksi tiga tahun yang dijatuhkan Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Kondisi PSSI).

Calon investor PSMP, Muhammad Yusuf Andre membenarkan bahwa dirinya tidak lagi mengelola Persem Kota Mojokerto sejak 2018. “Saya memberikan kesempatan yang lain untuk berpartisipasi di Persem. Saya kan sudah mundur 2018, kemungkinan saya tidak ada lagi di Persem,” jelasnya.

Selain ingin mengembalikan PSMP ke tengah masyarakat pecinta bola di Kabupaten Mojokerto, Yusuf mengaku, keinginannya mengelola PSMP tidak lepas dari rasa memiliki. Yusuf yang merupakan warga Mojokerto ini menginginkan agar tim sepak bola di Mojokerto lebih dikenal di kancah nasional.

“Persem dan PSMP merupakan tim dari Mojokerto, saya orang Mojokerto. Kenapa harus PSMP setelah saya tidak lagi mengelola Persem? Ya karena saya orang Mojokerto. Kasihan MP (PSMP) kalau dipegang orang yang tidak jelas. Soal sanksi tidak ada masalah. Akan kita ikuti,” katanya.

Yusuf menambahkan, sebagai investor di dunia sepak bola ia ingin mencari tantangan baru. Menurutnya, ia suka tantangan dengan sanksi yang masih harus dijalani PSMP menjadi tantangan tersendiri. Status PSMP yang sudah berbadan hukum yakni Perseroan Terbatas (PT) menjadi alasan selanjutnya.

“MP (PSMP) itu statusnya sudah jelas. Tidak tergantung ke APBD, tim profesional. Jadi full kita membiayai itu juga enak. Semua kewajiban dan tanggungjawab itu tidak mengaitkan ke Askot. Di dunia olahraga, nomor satu adalah komitmen. Masih menjajaki tapi ada wacana kesitu. Investor itu sifatnya masyarakat welcome, kita masuk karena sepak bola itu buang-buang uang,” ujarnya.

Yusuf berjanji, jika dipercaya mengelola PSMP, maka akan menjalankan amanah itu dengan baik dan melibatkan pemain putra daerah. Diakuinya, selain di Kabupaten Mojokerto banyak berdiri perusahaan besar, putra daerah yang terjun di sepak bola juga cukup banyak. Seperti Hansamu Yama Pranata dan Feby Eka Putra.

“Jika saya dikasih kesempatan untuk masuk ke PSMP, ya insya Allah kita kelola dengan baik dan targetnya ya bisa dilihat sendiri ini kan seperti ini. Mau saya sih, targetnya PSMP lolos dari sanksi tahun ini. Minimal liga 2, kalau bisa Liga 1. Mojokerto ini banyak perusahaan, banyak bibit-bibit yang diambil dari daerah lain,” tegasnya. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar