Olahraga

Ini Alasan Madura United Agresif di Bursa Transfer

Pamekasan (beritajatim.com) – Manajer Madura United FC, Haruna Sumitro menyatakan, proses transfer musim lalu dijadikan sebagai pengalaman sekaligus pelajaran berharga dalam agresivitas transfer musim 2019.

Terlebih dalam proses transfer kali ini, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab terbilang sangat agresif. Terbukti dengan keberadaan sederet pemain bintang yang menghiasi tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, bahkan berlabel tim nasional (timnas).

Agresivitas tersebut bukanlah hal baru bagi Madura United, mereka sempat mendatangkan para pemain berlabel bintang dalam beberapa musim terakhir. Semisal sosok Cristian Gonzales, Marcel Sacramento hingga Raphael Maitimo.

Namun mereka gagal membawa tim merealisasikan target maksimal dan hanya mampu mengantarkan tim yang bermarkas di Pulau Garam Madura, finish di posisi delapan klasemen akhir. Sehingga kondisi tersebut dijadikan sebagai pelajaran berharga untuk persiapan kompetisi mendatang.

“Kami belajar dari musim lalu, saat itu beberapa pemain berkualitas datang tapi tidak bisa membantu tim hingga akhir musim. Kami tidak mau melakukan kesalahan yang sama setelah melakukan evaluasi usai kompetisi berakhir,” kata Haruna Sumitro, Minggu (27/1/2019).

Pernyataan tersebut tidak lepas dari agresivitas mereka pada bursa transfer musim ini, khususnya untuk sektor legiun asing. Bahkan sebagian besar para pemain saat ini sudah berpengalaman di kancah tertinggi sepakbola tanah air, seperti Aleksandar Rakic (Serbia), Dane Milovanovic (Australia), Jaimerson Xavier (Brasil) dan Zah Rahan Krangar (Liberia).

Dari Nama-nama tersebut, semuanya merupakan pemain yang memiliki pengalaman dalam kompetisi sepakbola Indonesia. Aleksandar Rakic, tercatat sebagai top skor Liga 1 musim 2018. Termasuk juga Dane Milovanovic, ia sempat menjadi bagian penting dari Madura United pada musim 2016 dan 2017.

Sementara Jaimerson da Silva Xavier, merupakan salah satu stopper terbaik dan mengantarkan Persija Jakarta, meraih gelar juara Liga 1 2018. Serta Zah Rahan, yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun bermain di kancah sepakbola nasional. Bahkan ia juga pernah mengantarkan Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC menjuarai kompetisi tertinggi sepakbola tanah air.

“Kami merekrut pemain yang sudah bermain (berpengalaman) di Indonesia. Belajar dari pengalaman, mengambil pemain baru yang sama sekali belum berpengalaman (di Liga Indonesia) akan berisiko. Mereka butuh proses adaptasi,” ungkapnya.

Memang pada musim lalu, Madura United sempat mendatangkan sejumlah pemain asing yang notabene malang melintang dalam dunia kulit bundar. Hanya saja mereka tidak pengalaman di sepakbola nasional, seperti Alberto Antonio de Paula (Brasil), Patrick N’Koyi (Belanda) hingga Nuruddin Daveronov (Tajikistan).

“Kebijakan ini semata-mata mempercepat proses adaptasi pemain, karena kompetisi musim ini akan sangat padat. Mulainya saja masih Mei, jadi bisa-bisa jadwal antar pertandingan akan berdekatan,” pungkasnya. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar