Olahraga

Inggris Lockdown, Liga Premier Jalan Terus

Logo Premier League alias Liga Inggris. [Isabel Infantes / AFP]

Pemerintah Inggris kembali menerapkan ‘lockdown’ menyusul adanya peningkatan penderita Covid-19. Namun demikian, kebijakan tidak berdampak pada kompetisi sepak bola di negeri Ratu Elizabeth itu. Ya, Liga Premier tetap jalan.

Kepastikan tatap jalannya kompetisi itu ditegaskan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Dia bahwa memastikan kompetisi sepakbola kasta teratas Inggris, Liga Premier akan tetap bergulir kendati pemerintah kembali memberlakukan lockdown.

Mengutip Football.London, Inggris kembali menerapkan lockdown atau pembatasan sosial ‘tingkat 4’ sebagai respon melonjaknya kasus infeksi virus Corona di Negeri Ratu Elizabeth. Kebijakan yang akan menghentikan segala jenis kegiatan dan bisnis yang kurang penting itu akan diberlakukan mulai 5 November hingga 2 Desember mendatang.

Tidak seperti lockdown nasional pertama pada Maret lalu, Liga Premier kini diberi lampu hijau untuk terus bergulir. Sepak mula Liga Premier 2020/2021 sendiri telah berlangsung sejak 12 September lalu. Liga Premier dan kompetisi olahraga elit tidak akan dihentikan oleh pemerintah Inggris karena dianggap dorongan signifikan di ranah olahraga.

“Saya bisa mengatakan ya [jalan terus] untuk liga utama, saya pikir, dengan otoritas,” kata Boris Johnson pada konferensi pers, Sabtu (31/10/2020).

Oliver Dowden, Sekretaris Negara untuk Digital, Budaya, Media dan Olahraga juga menguraikan bahwa olahraga elit akan dibebaskan dari pembatasan sosial ini. “Perubahan berarti orang harus bekerja dari rumah jika memungkinkan,” kata Downden lewat Twitter.

Meski mengizinkan Liga Premier terus bergulir, Downden menyinggung bahwa kompetisi olahraga elit masih akan berlangsung tanpa kehadiran penonton.

“Tetapi jika tidak memungkinkan, perjalanan ke tempat kerja akan diizinkan, Misalnya, ini termasuk (tetapi tidak lengkap) olahraga elit yang dimainkan secara tertutup, produksi film & TV, pekerja telekomunikasi,” beber Dowden.

Pemegang saham Liga Premier juga akan mengadakan pertemuan pada jeda internasional November, yang mengikuti jadwal akhir pekan depan. Salah satu yang bakal dibahas dalam pertemuan itu adalah rencana menerapkan struktur bayar-per-tayang. Saat dilemparkan ke publik, ide itu menjadi kontroversial dan telah ditentang banyak penggemar. [suara.com]





Apa Reaksi Anda?

Komentar