Olahraga

Indonesia Night Run, Pertaruhan untuk PLN

Surabaya (beritajatim.com) – Selalu ada cara untuk menggelar acara lomba lari marathon berbeda dari yang lain. Sudah terbiasa dengan lomba lari di siang hari, panitia lomba lari pun membuat acara lari yang anti mainstream, yakni marathon di malam hari yang full dengan lighting serta layar LED sepanjang rute lari.

Walhasil acara Indonesia Night Run 2019 dari BIAS Event, menjadi ajang pertaruhan bagi keunggulan PLN dalam menyediakan listrik yang stabil. Acara event half marathon yang dibagi dalam tiga kategori, masing-masing 5K, 10K, dan 21K. Lomba tersebut memperebutkan total hadiah senilai Rp125 juta untuk 78 pemenang yang diharapkan akan diikuti oleh 3.500 peserta dari seluruh Indonesia yang digelar di BSD City Serpong.

Pertunjukan sinar LED sepanjang 160 meter yang dilengkapi dengan warna-warni panggung hiburan ukuran 12 x 8 meter dengan sound system TW Audio Vera 36 serta lebih dari 100 titik lighting yang berkekuatan tidak kurang dari 60 ribu MW menjadi pertaruhan bagi PLN sebagai penyedia listrik di Tanah Air.

“Ditambah dengan atraksi kecanggihan teknologi laser dan 3D hologram dan air mancur elektrik. Ini yang membedakan penyelenggaraan Indonesia Night Run dengan even marathon lainnya,” ujar Peter Perwira, promotor acara.

“Faktor entertaining yang menampilkan atraksi DJ perfomance dan perkusi, turut mendominasi jadi salah satu pertimbangan kami, mengingat penyelenggaraan kegiatan lari marathon biasanya diselenggarakan di siang hari, sehingga yang kerap terjadi adalah pelaksanaan entertainment-nya tidak begitu nyaman. Kami juga menggabungkan antara olahraga (sport) dan entertainment, yang praktis membutuhkan banyak pasokan listrik. Apalagi penyelenggaraan even entertainment di sini, sekaligus juga menggambarkan konsep year end party,” tuturnya.

“Bagi PLN, kegiatan ini juga merupakan bagian dari eco lifestyle, yakni eco moving, di mana kegiatan ini menggambarkan semangat dan energi optimisme menuju Indonesia unggul, sambil mendorong masyarakat menjadi lebih produktif dalam berkarya. Selain itu juga menyosialisasikan budaya lari sebagai gaya hidup yang ‘fun,’ dan kekinian. Karena PLN sebagai BUMN, memberi warna baru yang mendukung aktifitas lari, khususnya yang diadakan di malam hari,” papar Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani dalam kesempatan pembukaan Indonesia Night Run 2019, di Q-Big, BSD City, Serpong.

Kualitas Setara
Sementara itu Race Director of Indonesia Night Run Riena Tambunan mengemukakan, kendati baru diselenggarakan pertama kalinya, Indonesia Night Run (INR) diharapkan dapat menjadi even tahunan yang dapat ditingkatkan statusnya menjadi even internasional yang juga memenuhi ketentuan standar internasional, bagi penyelenggaraan half marathon.

“Saya ingin kualitas penyelenggaraan INR dengan karakteristik yang berbeda karena diselenggarakan pada malam hari, namun statusnya setara dengan even internasional lainnya di negara lain. Kendati demikian penyelenggaraan di sore hari, setidaknya akan mengurangi kekhawatiran tentang panasnya cuaca di pagi sampai siang hari. Di lain sisi, tidak benar juga apabila dikatakan night run lebih menonjolkan keunggulan sistem lighting dan entertainment, dibanding olahraga lari itu sendiri. Sebab fokus utama di acara lari dan safety (keamanan) adalah hal prioritas di kami,” tandasnya. [rea/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar