Olahraga

Kena 1 Tahun, Banding

Hukuman PSMP Ditambah Jadi 3 Tahun Dilarang Bermain


Mojokerto (beritajatim.com)
– Akhirnya banding manajemen PS Mojokerto Putra (PSMP) mendapat respon dari Komisi Banding Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Namun Komisi Banding justru memberikan sanksi lebih berat kepada tim berjuluk The Laskar Mojopahit (Lasmojo).

Sebelumnya, tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto ini diberikan sanksi larangan bermain selama satu tahun di kompetisi nasional karena terlibat match-fixing. Ini setelah Indra Setiawan dkk mendapatkan pinalti saat menghadapi Aceh United pada 19 November 2018 lalu.

Tendangan Krisna Adi yang melenceng ke kiri gawang tim berjuluk Laskar Iskandar Muda. Skor tipis 3-2 dari tuan rumah Aceh United membuat PSMP gagal melaju ke babak empat besar Liga 2 2018. PSMP pun mendapat sanksi larangan bermain satu tahun di kompetisi nasional.

Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Sholeh, PSMP mengajukan banding karena menilai sanksi yang diberikan tanpa meminta keterangan ke manajemen PSMP terlebih dahulu. Namun banding PSMP justru membuat hukuman PSMP bertambah menjadi tiga tahun.

Presiden PSMP, Firman Efendi tak hadir dalam sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI di FX Office Tower, Senayan, Jakarta pada Kamis (21/2/2019 kemarin. Ketidakhadirnya sudah dikonfirmasi Kuasa Hukum PSMP, Muhammad Sholeh dan meminta dijadwal ulang kembali pada Rabu (27/2/2019).

Dihubungi beritajatim, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)┬áKabupaten Mojokerto ini menyerahkan ke kuasa hukumnya. “Iya ada (surat panggilan Komdis PSSI, red). Seperti kata kuasa hukum,” ungkapnya, Sabtu (23/2/2019).[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar