Iklan Banner Sukun
Olahraga

Hal yang Perlu Diketahui Tentang Turnamen Intertoto Cup

Twitter @StayIntertoto

Surabaya (beritajatim.com) – Dalam perkembangan sepakbola di benua Eropa mengenal hingga lima kompetisi antar klub yakni Liga Champions, Piala Winners, Piala UEFA, Piala Super UEFA, dan Piala Intertoto. Namun saat ini, kompetisi Eropa hanya tersisa tiga. Itu pun seiring hadirnya UEFA Conference League yang disebut-sebut menjadi cerminan Piala Intertoto.

Piala Intertoto sudah digelar sejak tahun 1961 ini ternyata baru diambil alih UEFA sejak 1995. Ajang ini sejak lahir tidak berada di bawah otoritas UEFA. Piala Intertoto sendiri merupakan ide dari Wakil Presiden FIFA kala itu yaitu Ernst Thommen yang mengelola perusahaan bandar judi sepak bola.

Thommen menciptakan ajang ini agar ada pertandingan yang bisa dipakai untuk berjudi selama musim panas atau pramusim. UEFA pun lantas tidak mau terlibat lalu membiarkan ide tersebut. Maka dipilihlah nama Intertoto yang kata Totonya merupakan kata serapan dari bahasa Jerman memiliki arti Judi.

Pada awal berdiri, ajang ini diikuti oleh tim-tim dari Swiss, Jerman Barat, Jerman Timur, Austria, Cekoslowakia, Polandia, dan Swedia. Format yang dimiliki hampir serupa dengan Liga Champions kala itu. Barulah pada 1995 UEFA mengambil alih Piala Intertoto dan menjadi kompetisi resmi.

Piala Intertoto dianggap tidak terlalu menarik oleh sebagian klub karena beberapa faktor. Salah satunya adalah waktu penyelenggaraan Piala Intertoto dimainkan dari Juni hingga Agustus atau waktu di mana tim-tim melakukan tur pra-musim.

Di samping itu, lawan yang dihadapi adalah lawan-lawan yang tak dikenal namanya atau jauh dari nama besar klub Eropa. Klub yang dikirim pada Piala Intertoto umumnya adalah klub yang pada musim sebelumnya berada di papan tengah klasemen, kira-kira pada posisi 8-9 klasemen.

Lalu, karena pemenangnya mendapat jatah bermain di Piala UEFA, maka tim-tim yang berpartisipasi menganggap turnamen ini sebagai pramusim dengan hadiah bisa lolos pada kompetisi yang lebih elit.

Selain soal waktu, penghargaan yang diberikan Piala Intertoto jauh dari kesan istimewa. Penghargaan berupa trofi itu pertama kali hanya seukuran deodoran atau segenggam tangan ukurannya. Lalu, trofi diganti dengan plakat yang membuat kesan turnamen ini nampak kurang istimewa dari penyelenggaraan juga dari segi hadia yang diperoleh. [dan/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar