Olahraga

Habib Haidar dan Jaya Hartono Beraliansi Adukan Try Sandi ke DPRD Jember

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah pelaku sepak bola mengatasnamakan Aliansi Pelaku Sepak Bola mendatangi ruang Komisi D DPRD Jember, Jawa Timur, Selasa (4/5/2021).

Mereka mengadukan pencalonan Try Sandi Apriana, legislator asal Partai Demokrat, menjadi ketua Asosiasi Sepak Bola PSSI Kabupaten (Askab) Jember dalam musyawarah pada akhir Mei 2021.

Aliansi ini diperkuat beberapa tokoh, antara lain Habib Haidar Alhamid (mantan ketua Front Pembela Islam Jatim dan pemilik klub PS Tanggul Putra), Jaya Hartono (mantan kapten Persid Jember), Agus Rizki (Ketua Umum Berni, kelompok suporter sepak bola), Sandi Sahri (calon anggota komite eksekutif Askab PSSI Jember), pengacara Didik Muzanni dan Agus MM, dan beberapa perwakilan klub anggota Askab PSSI Jember.

Joni Budi Utomo, pemilik klub Macan Putih FC, mempersoalkan prosedur pelaksanaan musyawarah Askab PSSI Jember. Dia mengaku tidak pernah mendapat pemberitahuan tertulis soal tahapan musyawarah askab sejak awal hingga penjaringan calon. Ini yang menyebabkan jumlah pendaftar minim. “Empat tahun lalu, yang mendaftarkan diri menjadi Exco (Executive Committee) ada 26 orang. Sekarang hanya enam orang,” katanya.

Joni mencium adanya desain besar untuk memenangkan Try Sandi Apriana. “Saya pelaku sepak bola sejak 2011. Saya tidak pernah mendengar kiprah salah satu anggota legislator ini dalam sepak bola di Jember,” katanya. Padahal Statuta PSSI mensyaratkan calon untuk berpengalaman setidaknya lima tahun dalam sepak bola.

Try Sandi menyatakan aktif di sepak bola sejak SMP dan menjadi pengurus klub sepak bola Garengpung milik Sutikno yang saat ini menjabat Ketua Askab PSSI Jember. Joni menuding hal ini tidak benar. “Sepak bola itu respek, sportivitas, fair play. Saya berharap beliau (Sandi) bisa secara arif mengundurkan diri dan lebih bagus berfokus di legislator, karena beliau wakil rakyat,” kata Joni.

Saking ragunya terhadap kiprah Try Sandi dalam dunia sepak bola, Joni mengatakan, “Saya tidak yakin apakah dia bisa menali sepatu sepak bola. Kalau kita tarik lima tahun lalu, seharusnya beliau aktif di sepak bola mulai 2016. Saya tidak yakin bahwa tahun-tahun itu beliau ada di sini, karena beliau ada di Jakarta. Kembali (ke Jember) saat ada pemilihan legislatif,” katanya.

Jaya Hartono berharap proses pemilihan ketua askab dijalankan dengan baik. “Karena ini organisasi olahraga. Di sepak bola ada tagline yang bukan sekadar kalimat. Di situ ada kata respek, fair play, sportivitas. Artinya siapapun yang mencalonkan menjadi ketua PSSI, marwah itu harus dipunyai. Jangan sampai karena ingin menjadi ketua, ada sesuatu yang dipaksakan,” katanya.

Jaya minta agar salah satu calon tak dipaksakan. “Kalau dipaksakan, maka itu bentuk pelecehan terhadap calon lainnya. Beliau tidak mempunyai jejak rekam di sepak bola, tapi pada akhirnya memenuhi syarat dari sisi persyaratan. Kadang peraturan kalah dengan pengaturan,” katanya.

Haidar sebenarnya tak tertarik dengan sepak bola Jember yang carut marut. “Saya sendiri tidak kenal dengan TSA (Try Sandi Apriana),” katanya.

Haidar minta agar Sandy tidak dipaksakan menjadi ketua askab PSSI Jember. “Orang harus ditempatkan pada kedudukannya dan pekerjaannya. Jangan sampai orang tidak mengerti sepak bola, dia pegang dan mengatur sepak bola di Jember, sehingga kacau balau,” katanya. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar