Iklan Banner Sukun
Olahraga

H-2 Pacuan Kuda Pertiwi Cup, PP Pordasi Masih Belum Koordinasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan

Pasuruan (beritajatim.com) – Menjelang kejuaraan pacuan kuda tingkat nasional piala Tiga Mahkota Seri II dan Pertiwi Cup 2022 yang akan digelar pada Sabtu- Minggu, 21-22 Mei 2022 di arena pacu Ki Ageng Astro Joyo, Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasiruan terlihat masih belum ada persiapan.

Pantauan Beritajatim.com di arena pacu Ki Ageng Astro Joyo, Kamis (18/5/2022) siang, tak ada satupun banner yang terpasang pada pintu masuk arena. Selain itu, suasana tampak sepi, hanya ada satu orang Satpam yang menjaga pintu masuk arena pacu Ki Ageng Astro Joyo.

Sementara itu, Heti, penjaga warung makan di sekitar arena pacu Ki Ageng Astro Joyo mengatakan bahwa jika hari ini sepi tidak ada kegiatan apapun. Ia pun menyarakan untuk balik lagi pada hari Sabtu atau Minggu ini. “Kan kegiatannya hari Sabtu -Minggu besok. Kalau sekarang ya tidak ada apa-apa, sepi,” ujarnya saat ditemui, Kamis (19/05/2022).

Di lain tempat reporter beritajatim mencoba menghubungi Samwil, Ketua Komisi Pacu Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi). Namun beberapa kali di hubungi tidak ada jawaban sama sekali dari Samwil.

Pihaknya saat ini meminta untuk panitia Pordasi melakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan. Hal ini diharapkan untuk merubah Standart Operasional Prosedur (SOP), karena saat ini wabah PMK sudah menyerang beberapa ternak.

Tak hanya itu Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan terang Imam juga meminta untuk menambah tim dokter hewan terkait Biosecurity. Hal ini guna mengantisipasi penyebaran viris PMK yang masuk.

Terkait mobilitas hewan yang masuk, Dinas Peternakan menurut Imam juga mengharuskan penyemprotan disinfektan kepada mobil maupun supir yang mengantarkan hewan. Penyemprotan disinfektan ini sambung Imam guna mencegah masuknya virus dari luar daerah.

“Kami juga akan memperketat mobilitas hewan yang keluar masuk di Kabupaten Pasuruan. Nantinya para panitia akan menyemprotkan disinfektan di truk dan sopir saat akan berangkat dan memasuki wilayah Kabupaten Pasuruan,” lanjutnya.

Imam juga menambahkan jika pihak Pordasi tak ingin memperketat pengawasan, Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan akan berpikir 1000 kali dengan adanya perlombaan kali ini, dikarenakan saat ini wabah PMK masuk kategori Kondisi Luar Biasa (KLB).

Sebelumnya, Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim Said Sutomo sudah melayangkan surat kepada Gubernur Jatim dan Bupati Pasuruan untuk meminta kejuaraan pacuan kuda tingkat nasional di Kabupaten Pasuruan tersebut agar ditunda dan dibatalkan sebagai bentuk antisipasi wabah PMK di Jatim. “Apabila tetap dilaksanakan akan menjadi preseden buruk bagi Pemerintah,” pintanya. [kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar