Olahraga

Gus Yani: Sepak Bola Gresik Harus Bangkit

Gresik (beritajatim.com) – Sepak bola Gresik harus bangkit, itulah sepenggal kalimat yang meluncur dari CEO PT Gresik Usaha Sejahtera (GUS) H.Fandi Akhmad Yani atau akrab dipanggil Gus Yani. Sebagai bentuk keseriusannya, tidak tanggung-tanggung, Ketua DPRD itu memanggil langsung pelatih berlisensi A AFC Subangkit asal Pasuruan di rumah kediamannya.

Nama Subangkit sudah tak asing lagi bagi pecinta sepak bola nasional maupun Jawa Timur. Mantan pemain timnas di era 1980-an itu sudah malang melintang menangani sejumlah klub.

Sebelumnya, Gus Yani dengan manajemen PT GUS-nya sudah membentuk tim sebagai persiapan mengarungi kompetia Liga 3 di bawah bendera Asprov PSSI Jatim. Namun, pandemi Covid-19 yang melanda seluruh daerah membuat semuanya jadi berubah. Padahal, untuk membentuk tim yang bagus, Manajemen PT GUS yang mengelola Gresik United (GU) jauh-jauh hari sudah mempersiapkan tim.

Bahkan, sejumlah pemain potensial dari Gresik asli ditambah pemain dari luar daerah yang sudah menjalani seleksi, siap membela GU naik ke Liga 2. Ada 23 pemain terbaik yang siap didaftarkan. Tapi, lagi-lagi pandemi Covid-19 merubah segalanya. Kendati demikian, manajemen GU tetap serius mengangkat kembali sepak bola Gresik yang pernah jaya di era 1990-an.

Sepak bola Gresik pernah menoreh prestasi saat Petrokimia Putra menjuarai kompetisi Liga Nasional di musim 2001-2002. Tapi, setelah itu persepakbolaan di Gresik pernah juga mencicipi kancah sepak bola nasional. Namun bukan prestasi yang didapat, kemrosotan malah yang diperoleh.

Berangkat dari itu, sepak bola Gresik yang kini tengah merosot sudah saatnya harus kembali bangkit lagi meski berkompetisi di Liga 3 Asprov Jatim. Dengan basis ribuan suporter ‘Ultrasmania’ mereka optimis tim kebanggaannya yang saat ini tengah berada dibawah bisa bangkit lagi.

Ketua Umum Ultrasmania H.Thoriqi Fajrin yang juga Manager GU menuturkan, terkait dengan itu dirinya sudah melakukan koordinasi dengan basis suporter di wilayah utara, dan selatan Gresik.

“Dari hasil diskusi dengan suporter ada masukan. Ada menginginkan sepak bola dilanjut sambil menunggu regulasi, dan ada yang ingin di-stop sementara karena menyangkut kesehatan pemain,” tuturnya, Senin (21/07/2020).

Adanya masukan suporter tersebut menandakan para penghobi sepak bola tetap menginginkan agar sepak bola Gresik bergairah lagi seperti di era tahun 1990-an.

Dari pemikiran itu, Gus Yani yang berlatar belakang seorang pengusaha muda dan politisi tersebut berusaha mengangkat kembali kejayaan sepak bola Gresik.

“Kalau ada peluang di Liga 2 kita ambil sambil menunggu regulasi dari Asprov PSSI Jatim,” ujarnya.

Sementara, pelatih Subangkit menyambut positif keinginan Gus Yani yang ingin membawa GU ke kasta Liga 2. Dirinya siap membantu membawa prestasi sepak bola Gresik.

“Saya siap membawa kembali GU berjaya mengingat pemain sepak bola Gresik pernah berkontribusi terhadap pemain nasional,” tandasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar