Olahraga

Greg Nwokolo: Suka Atau Tidak, Kami 100 Persen Indonesia

Greg Nwokolo saat menjalani latihan bersama Timnas Indonesia. [Foto: IG Greg Nwokolo]

Pamekasan (beritajatim.com) – Kapten Madura United FC, Greg Nwokolo menegaskan komitmennya sebagai pemain profesional dan selalu menjunjung tinggi sportivitas sebagai pesepakbola yang notabene sebagai profesi yang mengangkat namanya.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya berbagai informasi miring yang menyerang dirinya, seputar posisinya di Tim Nasional (Timnas) Indonesia Senior. Dimana pemain naturalisasi berkebangsaan Negeria, dinilai bukan sosok yang loyal terhadap panji merah putih.

Terlebih pasca dirinya pulang dari Timnas Indonesia yang tengah persiapan menghadapi laga internasional, ia justru tampil bersama Laskar Sape Kerrab ketika mengalahkan Kalteng Putra di Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan, Minggu (1/9/2019) malam.

“Kami tidak keluar dari Timnas dengan kemauan sendiri ataupun minta dicoret, kami datang ke timnas dengan kondisi masih cedera dan dalam proses penyembuhan,” tulis Greg Nwokolo, dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya, Senin (2/9/2019).

Selain itu, pemain bernomor punggung 11 dalam skuad kebanggaan suporter Madura Bersatu juga menyampaikan alasan dilepas dari timnas binaan Simon McMenemy. “Staf pelatih melihat kondisi kami di timnas saat latihan dan game, lalu mereka datang dan bicara agar kami lebih baik pulang ke klub,” ungkapnya.

“Kondisi kami belum bisa di level internasional, karena lawan Malaysia adalah pertandingan yang penting. Lebih baik pilih pemain yang 100 persen (siap bermain) daripada yang 50 persen, dan kami paham akan keputusan ini. Level di Liga denhan 50 persen mungkin masih bisa, tapi kalau level internasional harus pilih pemain yang 100 persen siap,” tegasnya.

Bahkan dirinya juga menyampaikan turun membela Madura United sebagai pemain pengganti, serta tidak tampil penuh selama 90′ menit. “Kemarin ketika Madura (United) main, kalau kami fit pasti bermain sejak awal bukan masuk pada babak kedua,” jelasnya.

“Bagi yang tanya profesionalisme kami, sejak disini (Indonesia) kami tidak pernah komplain soal Timnas. Kalau dipanggil, kami selalu datang. Kalau tidak dipanggil, kami selalu mendukung. Jangan setiap ada persoalan kalian judge terlalu personal dan rasis, suka atau tidak suka kami Indonesia 100 persen,” tegasnya.

Dari itu, pemain yang malang melintang bersama sejumlah tim di kompetisi sepakbola tanah air menegaskan agar masyarakat tidak kembali mempertanyakan statusnya sebagai warga Indonesia dan pemain profesional. “Sekali lagi, kami tidak mengambil keputusan sendiri untuk keluar dari Timnas, is a professional decision,” tutupnya. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar