Iklan Banner Sukun
Olahraga

Gagal Penuhi Target Raihan Medali di Porprov Jatim VII, Ketua PGSI Jember Sempat Jatuh Sakit

Cabor gulat menyumbangkan satu medali perunggu untuk Jember atas nama Hadi Saputra di kelas 74 kilogram bebas.

Jember (beritajatim.com) – Minimnya persiapan membuat penampilan atlet gulat Kabupaten Jember tidak maksimal dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII di Graha Surya Mahameru, Kabupaten Lumajang.

Cabang olahraga (Cabor) gulat Jember ditargetkan memperoleh dua medali emas. Namun Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jember hanya bisa menyumbangkan satu medali perunggu atas nama Hadi Saputra di kelas 74 kilogram bebas.

“Pada intinya jam terbang pertandingan atlet kami sangat minim. Hanya latihan,” kata Ketua PGSI Jember, Mujiyono, ditulis Senin (4/7/2022).

Menurut Mujiyono, jam terbang dalam pertandingan resmi sangat penting untuk memberikan pengalaman dan menguatkan mental atlet. “Kalau masalah teknik, saya kira hampir merata,” katanya.

Idealnya, lanjut Mujiyono, selama dua tiga tahun jelang Porprov, atlet harus sering mengikuti kejuaraan resmi. “Mereka harus melakukan sparring partner dengan atlet lain yang sepadan kekuatan dan ukurannya,” katanya.

Sayangnya, pandemi Covid-19 membuat semua kegiatan terhenti. Seharusnya, atlet gulat Jember bisa mengikuti kejuaraan tingkat provinsi untuk persiapan Porprov yang digelar di Tuban pada Februari 2022.

“Kami tidak bisa ikut, karena tidak ada biaya. Tidak ada suplai dana. Di Malang, kami sudah kirim. Tapi ketika kami ajukan dana, ternyata tidak ada. Akhirnya kami mikir-mikir. Kalau ke Malang pakai mobil sendiri bisa. Tapi kalau ke Tuban bisa tiga kali lipat,” kata Mujiyono.

Belajar dari kabupaten lain yang mendulang banyak medali cari cabor gulat, menurut Mujiyono, pemusatan latihan sudah dilakukan selama enam bulan sebelum Porprov. Ini tidak terjadi di Jember karena faktor minimnya biaya.

Mujiyono menolak anggapan bahwa medali perunggu gulat adalah rezeki. “Rezeki itu kalau semua (persyaratan untuk juara) sudah terpenuhi,” katanya.

Meski demikian, Mujiyono berterima kasih kepada RS Daerah Kalisat yang menjadi bapak asuh gulat selama Porprov. “Mereka banyak memberikan dukungan berupa alat pertandingan. Alhamdulillah. Saya akui luar biasa. Semua sarana di-cover semua oleh RS Kalisat,” katanya.

“Tapi itu jadi beban moral saya. Hari terakhir pertandingan saya tidak hadir, karena mental saya drop (karena gagal memenuhi target). Saya jatuh sakit,” kata Mujiyono.

Pada gelaran Porprov Jatim VIII tahun depan, Mujiyono mengungkapkan ada banyak hal yang harus diatur. Terutama program latihan yang jelas dan terukur agar atlet gulat Jember bisa bertanding dan menyumbang hasil maksimal.

“Mental bertanding harus ditempa bukan sekali dua kali, setahun dua tahun, tapi harus beberapa tahun dan mengikuti kejuaraan. Dengan demikian terbentuk mental baja. Inu karena tiga menit full body contact,” kata Mujiyono.

Mujiyono tidak akan mengirimkan banyak atlet. “Cukup tiga atau empat orang tapi bisa menghasilkan,” katanya. [wir/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar