Iklan Banner Sukun
Olahraga

Gagal di Liga 3, Persid Jember Buru Kejayaan di Piala Suratin

Jember (beritajatim.com) – Perjuangan Persid Jember belum berakhir. Setelah gagal di Liga 3, masih ada ajang Piala Suratin untuk Persid U-17 membawa trofi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Terakhir pada 2014, Jember United berhasil menjuarai Piala Suratin setelah dalam final menaklukkan Persis Solo 3-1. Tahun 2017, Persid menjadi juara Piala Suratin Zona Jatim dan kalah dalam Babak 8 Besar dari PSS Sleman.

Persid U17 berada di Grup VI bersama Banyuwangi Putra, Persebo Muda Bondowoso, Persikapro Probolinggo, dan Kresna FC. Rezky Pratama, Ketua Pengurus Yayasan Wes Wayahe Jember Bangkit yang menaungi Persid, tak muluk-muluk memasang target untuk Persid di Piala Suratin. “Yang penting lolos kualifikasi grup dulu, karena kekuatan tim yunior lebih tak terlihat lagi. Intinya kita hidupkan sepak bola di Jember, apapun hasilnya,” kata pria yang juga berprofesi dokter ini.

Tim Persid U17 saat ini belum terbentuk. “Kami akan umumkan seleksi pemainnya kapan,” kata Rezky.

Sementara itu Bupati Hendy Siswanto berharap Persid tak putus asa dan menjadikan kegagalan di Liga 3 sebagai pelajaran berharga. Ia berharap persiapan fisik diperhatikan ke depan. “Tentang teknis saya rasa mungkin sudah terbentuk. Tapi fisik dan mental penting sekali. Kelihatan di Sidoarjo kemarin, anak-anak agak emosi, dan kebetulan penjaga gawang Persida Sidoarjo diberi keberuntungan. Anak-anak serangannya tidak main-main, keren-keren. Tapi belum beruntung,” katanya.

“Khusus untuk Persid U17, anak-anak kita seleksi. Targetnya harus juara, dan saya yakin. Dengan yang sekarang saja di Liga 3 hasilnya seperti ini lumayan. Kita tetap beri keyakinan kepada anak-anak, meski hasilnya belum maksimal. Target harus setinggi langit. Hasilnya (di Liga 3) tidak mengecewakan. Itu bagian dari ikhtiar anak-anak. Pemkab Jember tetap harus menyemangati,” kata Hendy.

Hendy juga akan minta bantuan TNI agar ikut menggembleng fisik pemain Persid U17 dan tim sepak bola yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur tahun depan. Ia belajar dari pertandingan Persid melawna Persida. “Kalau fisik anak-anak bagus dan main speed tinggi, habis itu Sidoarjo, karena secara teknis kita menguasai waktu itu,” katanya. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan