Olahraga

Gabsi Jatim Gelar Bridge Online Piala Gubernur

Surabaya (beritajatim.com) – Meski Pandemi Covid-19 mempengaruhi segala aktivitas, namun dari segi kekreativitasan tak boleh mengganggu salah satunya untuk olah raga.

Dengan metode daring, Gabsi Jawa Timur dengan menggelar turnamen bridge online. Didukung Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Gabsi Jatim menggelar turnamen bridge online bertajuk “Piala Gubernur Jawa Timur 2020”. Turnamen di meja bridge memang terhenti, namun dengan teknologi informasi turnamen tetap dapat digelar. Jarak fisik bukan lagi menjadi hambatan.

Berlangsung pada 3-30 Juni 2020 turnamen diikuti 52 regu dari 16 kabupaten dan kota serta tiga perguruan tinggi di Jatim. Peserta berasal dari pelbagai daerah. Bahkan, ada antara peserta dari Pacitan dan Banyuwangi yang berjauhan jarak. Memakan waktu belasan jam perjalanan darat.

Di turnamen kali ini Pacitan menurunkan 1 regu kategori SD, 2 regu SMP, dan 1 regu Yunior kelompok umur 21. Pelatih bridge Pacitan Sujarno mengatakan tujuan mengikuti turnamen online adalah mengisi aktivitas siswa dengan kegiatan positif selama pandemi. Menurut Sujarno, Bridge di Koni Pacitan masuk olahraga unggulan. Karena itu, harus menjaga prestasi. “Terutama sebagai persiapan mengikuti Porprov tahun depan,” katanya.

Sedangkan Banyuwangi mengikutsertakan 1 regu SMP dan 1 regu SMA. Pembina bridge Banyuwangi Nurrohim mengatakan tujuan mengikuti turnamen senada dengan Pacitan. “Kami ikut turnamen Piala Gubernur untuk mengukur kemampuan atlet-atlet yang akan terjun pada Porprov Jatim 2020”, tambahnya.

Prof. Joniarto Parung, Ketua Umum Gabsi Jatim sekaligus guru besar Jurusan Teknik Industri Ubaya, menilai bahwa internet selalu menjadi dunia yang menyenangkan bagi siswa dan mahasiswa, bahkan masyarakat. Siswa dan mahasiswa dapat belajar dan melakukan hal-hal baru secara cepat dan mudah tanpa dibatasi waktu dan tempat.

“Internet tidak hanya membantu mahasiswa mengklarifikasi keraguan, tetapi juga membantu untuk mengetahui lebih banyak hal. Apalagi di masa pandemi, platform digital yang mengurangi kontak fisik menjadi keniscayaan”, tambah Prof. Joni. Internet, ujar doktor dari Inggris ini, meningkatkan peluang belajar di dalam dan di luar kelas tanpa dibatasi jarak dan waktu.

“Cabang olahraga bridge memberikan contoh yang baik tentang pemanfaatan internet secara positif. Latihan dan pertandingan bridge dapat dilakukan secara online. Contohnya Piala Gubernur 2020 yang diselenggarakan oleh Gabsi Jatim dengan dukungan penuh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur,” pungkasnya.[way/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar