Iklan Banner Sukun
Olahraga

Final Liga Konferensi Eropa: Menakar Peluang Juara AS Roma Asuhan Mourinho

Jose Mourinho. (Tangkapan Layar Instagram @josemourinho)

Surabaya (beritajatim.com) – Jose Mourinho memang tidak jumawa saat menatap laga final Liga Konferensi Eropa. Pelatih berkebangasaan Portugal menepis AS Roma akan menjadi juara pada ajang kasta ketiga antar klub di Eropa itu.

Seperti diketahui, mantan pelatih Manchester United itu sukses membawa AS Roma ke final Liga Konferensi Eropa musim 2021/22 dan akan ditunggu oleh Feyenoord hari Kamis (26/5) dini hari WIB. Kedua tim akan bertemu di Air Albania Stadium.

Lalu bagaimana dengan peluang dari Mourinho sang The Special One, yang akrab dengan juara Eropa dan liga itu? Salah satu rahasia klub yang dilatih Mourinho adalah kemampuan untuk mengandalkan serangan balik.

Mourinho sudah 5 kali ke final Eropa, termasuk bersama Roma. 4 final lain, Mourinho selalu berhasil mempersembahkan trofi untuk klub yang dilatihnya. Serangan balik menjadi senjat. Ambil contoh ketika Inter juara UCL 2010, dari segi penguasaan bola, Munchen lebih unggul.

Namun, Inter mampu mencari celah dan melakukan serangan balik hingga Inter menang 2-0. Begitu juga di Manchester United, Mourinho memanfaatkan serangan balik karena Ajax menguasai bola 67%. Lagi-lagi, klub besutan Mourinho menang 2-0 lagi dan membawa trofi UEL di tahun 2017 lalu.

Faktor selanjutnya karena tuntutan dan mental. Terlepas dari bagusnya Mourinho melatih, sebenarnya seperti ada tuntutan agar klub yang dilatihnya juara. Mourinho membawa Porto juara Piala UEFA 2003 dan UCL 2004 setelah Porto terakhir juara di Eropa pada 1987.

Saat melatih Inter, ketika mereka juara UCL 2010, menandakan mereka jadi satu-satunya klub Italia yang mampu merengkuh treble winners. Terakhir adalah trofi UEL 2017 yang didapatkan Man. United menjadi trofi UEL pertama mereka berkat
Mourinho.

Memang Mourinho tidak selalu menang di final secara keseluruhan. Dari 17 final (tidak termasuk di Spurs dan Roma), hanya 4 kali Mourinho gagal membawa klubnya menjadi juara. Pertama, saat Porto kalah dari Benfica.

Selanjutnya yang kedua, saat Madrid kalah dari Atletico. Ketiga dan terakhir, Man. United kalah dari Madrid dan Chelsea. Namun, sejak di Porto hingga di Man. United, Mourinho mampu memberikan jaminan bahwa akan ada trofi bagi mereka. Hanya saja, saat Mourinho berhasil membawa Spurs ke final Piala EFL, anehnya Mou malah dipecat. (dan/ian)


Apa Reaksi Anda?

Komentar