Olahraga

Elemen Suporter Persibo Bojonegoro Aksi Turun Jalan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah elemen suporter Persibo Bojonegoro melakukan aksi turun jalan. Mereka menuntut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro agar serius menangani klub kebanggaan warga Bojonegoro, Rabu (12/8/2020).

Aksi dilakukan oleh seluruh elemen suporter Klub berjuluk Laskar Angling Dharma yang terdiri dari Curva Nord Drago Tifoso, Boromania, Tribun Kidul dan LFF. Mereka melakukan aksi dengan titik kumpul di kandang klub berwarna oranye, di Stasiun Letjen H Soedirman.

Dewan Pembina Curva Nord Drago Tifoso, Arif Setyawan mengatakan, hasil kesepakatan yang diperoleh dalam aksi kali ini suporter kembali mendapat janji dari Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah untuk membantu memenuhi tuntutan suporter.

Dua tuntutan penting yang disampaikan diantaranya, menagih ketegasan pengelolaan manajemen yang sebelumnya diserahkan kepada Pemkab Bojonegoro. Kemudian meminta agar difasilitasi untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Bojonegoro agar ikut dalam mendukung kemajuan Persibo.

“Hasil dari audiensi kedua tuntutan kami akan ditindaklanjuti lagi oleh KONI dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga,” ujar Arif usai melakukan audiensi di Kantor Bakorwil Bojonegoro.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dinpora) Pemkab Bojonegoro Amir Syahid mengatakan, dua tuntutan suporter itu jika dilaksanakan oleh penyelenggara negara akan terbentuk oleh aturan. Karena saat ini status Persibo sudah masuk liga profesional atau dalam bentuk perseroan terbatas (PT).

“Jadi apa yang kita lakukan itu harus berdasarkan peraturan. Kalau Pemkab harus menghandle Persibo ya tidak bisa karena bentuknya sudah PT, jadi siapa yang mau mengelola ya silakan dengan pembiayaan dan manajemen secara profesional dan mandiri,” ujarnya.

Dari Pemkab Bojonegoro dalam hal pembinaan olahraga sendiri dengan kapasitas pembiayaan dan liga amatir. Kalau di Pemerintah Daerah adanya ya di Askab yang dikelola KONI yang lebih condong pada prestasi dan mencari atlet sepakbola.

“Pemkab Bojonegoro juga belum bisa menghandle untuk mempertemukan perusahaan dengan klub. Karena semua yang dilakukan Pemkab harus berdasar undang-undang,” pungkasnya. [lus/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar