Olahraga

Efek Covid-19, Madura United Lakukan Renegosiasi Kontrak

Pamekasan (beritajatim.com) – Manajemen Madura United FC kembali melakukan renegosiasi (pambaruan) kontrak bersama para pemain menjelang bergulirnya lanjutan kompetisi Liga 1 yang dijdwalkan kick off pada awa Oktober 2020 mendatang.

Hal tersebut berdasar Surat Keputusan PSSI Nomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020. Sekaligus sebagai lanjutan SKEP/48/III/2020 tentang penghentian kompetisi sepakbola di Indonesia terkait penyebaran Covid-19 di Indonesia dalam keadaan kahar atau force majeure, 27 Maret 2020 lalu.

Namun selama penghentian kompetisi di seluruh level, PSSI menyarankan agar gaji pemain dibayarkan sebesar 25 persen dari total nilai kontrak. Sehingga dalam sepakan kedepan, manajemen kembali melaksanakan proses renegosiasi kontrak dengan kisaran hingga mencapai angka sekitar 50 persen dari nilai kontrak awal.

Terlebih pada lanjutan kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air, pelaksanaan pertandingan dijadwalkan tanpa kehadiran penonton yang notabene menjadi salah satu pemasukan klub. “Saat ini proses renegosiasi kontrak pemain sedang kami lakukan,” kata Pelatih Madura United FC, Rahmad Darmawan, Senin (31/8/2020).

Hanya saja, saat ini terdapat sekitar 85 persen pemain dalam skuat berjuluk Laskar Sape Kerrab yang sudah menyelesaikan renegosiasi kontrak dan sudah dinyatakan deal. “Proses renegosiasi ini kita targetkan selesai pada pekan pertama September 2020 mendatang,” ungkapnya.

Berdasar informasi yang dihimpun beritajatim.com, kebijakan tersebut diambil PSSI berdasar banyak pertimbangan matang demi bergulirnya kompetisi. Terlebih dengan adanya pandemi yang hingga saat ini masih dalam tahanan penyesuaian baru.

Apalagi selama ini, pemberlakukan sallary caps dan AFC Licensing yang didalamnya meliputi penilaian keuangan klub profesional hingga pertimbangan tingkat kesehatan keuangan klub peserta sudah pasti dipertimbangkan oleh LIB dan tentunya PSSI. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar