Iklan Banner Sukun
Olahraga

Dua Kali Diganjar Penalti, Persela: Kinerja Wasit Harus Diperbaiki

Pelatih Persela Ragil Sudirman didampingi pemainnya Gian Zola saat konferensi pers usai pertandingan.

Lamongan (beritajatim.com) – Mendapatkan hadiah penalti dua kali, PSS Sleman berhasil mengalahkan Persela Lamongan dengan skor ketat 3-2 pada lanjutan BRI Liga 1, di Stadion I Wayan Dipta Bali, Kamis (24/3/2022).

Persela unggul lewat gol Gian Zola di menit 28 dan Jose Wilkson di menit 54. Namun, PSS Sleman sukses epic comeback berkat gol Kim Jeffrey via penalti menit 31, Mario Maslac menit 39, dan Dave Mustaine via penalti menit 61.

Dengan hasil ini, kini Elang Jawa, julukan PSS Sleman, berada di peringkat ke-13 dengan mengumpulkan 36 poin. Mereka hanya membutuhkan tambahan 1 poin di sisa pertandingan Liga 1.

Tambahan 1 poin tersebut penting untuk mengamankan PSS dari kejaran Barito Putera yang mengumpulkan poin 35 dan Persipura Jayapura dengan 30 poinnya, sehingga PSS benar-benar terhindar dari ancaman degradasi.

Sementara itu, Persela yang sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan hanya punya 21 poin yang tak bertambah dan ada di peringkat ke-17.

Usai pertandingan, pelatih sementara Persela Lamongan, Ragil Sudirman mengungkapkan, jika para anak asuhnya sudah bermain bagus. Namun ia sangat menyayangkan atas keputusan wasit yang memberikan penalti dua kali untuk PSS.

“Pertandingan malam ini sebenarnya sangat bagus. PSS Sleman bagus dan Persela juga bagus. Cuman saya, sangat kecewa sekali atas keputusan wasit. Jadi kita berupaya tiap hari, kita latihan, kita memperbaiki, tapi kinerja wasit tidak bagus tadi, itu tadi membuat sangat kecewa,” ungkap Ragil usai pertandingan.

Seperti diberitakan sebelumnya, meski sudah dipastikan degradasi, Ragil tetap berambisi untuk meraih kemenangan. Kini di sisa 1 pertandingan Liga 1 ini, Ragil berharap, para pemainnya tetap bisa tampil maksimal.

“Untuk sisa pertandingan selanjutnya, kita mengharap anak-anak main bagus kayak tadi, meskipun kita di bawah. Dan mengharapkan kinerja wasit ke depannya harus kita perbaiki. Gitu aja,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu pemain Persela, Gian Zola turut mengatakan, jika ia bersama rekan satu timnya sudah berupaya main maksimal. Namun, lanjut Zola, konsentrasi pemain Persela harus terpecah gara-gara diganjar penalti oleh wasit.

“Kita sudah mengapresiasi upaya dari anak-anak tadi, kita sudah maksimal. Kita sudah membuat dua gol, tapi anak anak pecah konsentrasi karena penalti. Tapi gimana lagi, yang mungkin terjadi tidak bisa diulang,” tutur Zola.

Mengenai kondisi Persela yang kini turun kasta ke Liga 2, Zola menambahkan, hal ini bisa menjadi evaluasi bagi semua pihak. Ia juga berharap, Persela bisa segera bangkit dan nantinya bisa kembali berlaga dalam kompetisi Liga 1 secepatnya.

“Kami mohon maaf kepada para suporter Persela, kami sudah berupaya maksimal. Semoga ini bisa menjadi evaluasi bagi semuanya. Saya berharap, Persela tidak lama-lama di Liga 2, dan secepatnya naik ke Liga 1 kembali,” pungkasnya.

Sebagai informasi, PSS dihadiahi penalti pertamanya usai wasit menganggap Ramdani Lestaluhu dijatuhkan Nerius Alom di kotak penalti.

Kemudian, wasit kembali memberi hadiah penalti kedua untuk Elang Jawa usai Riki Dwi terjatuh selepas beradu badan dengan Ahmad Wahyudi yang menabraknya di kotak penalti.

Sontak, keputusan wasit tersebut sempat mendapat protes dari para pemain Persela. Meski begitu, hadiah penalti tetap diberikan wasit, dan membuat PSS Sleman keluar sebagai pemenang pertandingan.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar