Olahraga

DPRD Kabupaten Malang Bakal Kaji Problem Anggaran KONI

Malang (beritajatim.com) – Persoalan anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang yang belum dicairkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga membuat anggota legislatif kembali bersuara.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Tutik Yunarni mengatakan, kajian perlu dilakukan dengan melibatkan instansi-instansi terkait.

“Karena ini sifatnya hibah. Ada regulasi yang mengatakan bahwa hibah itu tidak bisa terus menerus. Maka dari itu, kami akan melakukan kajian, baik itu dengan teman-teman Bagian Hukum, TAPD, dan tim Banggar DPRD. Selanjutnya yang diputuskan itu, akan menjadi keputusan kita bersama,” tegas Yunarni, ditemui disela-sela workshop KONI Kabupaten Malang, Sabtu (5/9/2020).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menjelaskan, Komisi IV sudah mencoba memfasilitasi KONI dan Dispora agar persoalan itu segera terselesaikan. Namun, belum ada titik terang.

“Kemarin sudah kita temukan antara KONI dengan Dispora, rupanya masih ada miskomunikasi, belum ada kesepakatan bersama. Mestinya teman-teman KONI sudah RAK sebelum APBD. Namun demikian, KONI ini dilantik tahun berjalan, sehingga tidak bisa melakukan sinergisitas antara KONI dengan Dispora,” papar Yunarni.

Lebih jauh, tahun ini sebenarnya KONI mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 9,8 miliar. Namun, anggaran itu harus di refocusing hingga mencapai Rp 2,9 miliar.

“Saya berharap teman-teman KONI ini, karena ada dua agenda penting yang mau dilakukan, membuat suatu perencanaan yang realistis sehingga kami bisa mengupayakan agar penganggaran itu optimal sesuai dengan harapan teman-teman KONI,” Yunarni mengakhiri. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar