Iklan Banner Sukun
Olahraga

Diwarnai 2 Kartu Merah, Banyuwangi Putra Kalahkan Persid Jember

Jember (beritajatim.com) – Persid ditumbangkan Banyuwangi Putra 0-1 di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, dalam lanjutan kompetisi sepak bola Liga 3 Zona Jawa Timur Grup J, Jumat (19/11/2021).

Pertandingan berjalan keras dan diwarnai dua kartu merah untuk pemain Banyuwangi Putra Maulana Cahya Firdausi dan pemain Persid Figo Sapta Fahrezi. Satu-satunya gol Banyuwangi Putra akibat bunuh diri bek tengah Persid Ahmad Haikal Azizi.

Pertandingan berjalan keras sejak peluit awal ditiup wasit Insani Nur Ilmi. Pemain Banyuwangi Putra tidak memberikan ruang sedikit pun kepada para pemain Persid. Setiap kali pemain Persid menguasai bola, dua pemain Banyuwangi melakukan pressing. Namun kendati pertandingan berjalan keras, tak satu pun kartu dikeluarkan untuk pemain kedua tim.

Di lini tengah, kapten Persid Richard Arbed Anderson berhadapan dengan Iwan Sampurno, arek Jember yang menjadi kapten sekaligus gelandang bertahan Banyuwangi Putra. Iwan berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan membuat lini tengah dikuasai Banyuwangi Putra.

Gagal menguasai lini tengah, para pemain Persid mengalirkan bola dengan umpan-umpan panjang dari belakang ke lini depan dan melalui sisi kanan. Ajudya Eka Kurniawan sering naik dan memberikan bola melalui umpan-umpan tarik ke kotak penalti Banyuwangi Putra. Namun taktik ini terbaca oleh pelatih Banyuwangi Putra Iswahyudi.

Setiap kali Eka menyerang dari sayap dan hendak melakukan umpan silang, pemain Banyuwangi Putra memenuhi area depan gawang Okta Putra Ferdiawan. Dikomandani mantan pemain Persebaya Nurmufid Fastabiqul Khoirot, para pemain bertahan Banyuwangi Putra lebih banyak memenangkan duel-duel udara dan menguasai second ball.

Gol Banyuwangi Putra diawali oleh Iwan Sampurno yang mengeksekusi bola tendangan bebas. Bola yang meluncur deras ke daerah pertahanan Persid coba dihalau dengan kepala oleh bek tengah Ahmad Haikal Azizi. Namun bola justru berbelok dan masuk ke gawang Persid yang dijaga Yulian Nur Rahmaddani pada menit 26.

Babak kedua, Persid meningkatkan serangan. Gelandang Figo Sapta Fahrezi dimasukkan pada menit 50 menggantikan Yogi Saiful Rizal untuk mengintensifkan serangan dari lini kedua. Namun 17 menit kemudian, ia justru terkena kartu merah setelah terlibat insiden dengan pemain tengah Banyuwangi Putra, Maulana Cahya Firdausi. Dua kartu merah ini melengkapi empat kartu kuning yang dikeluarkan wasit pada babak kedua, masing-masing tiga kartu untuk pemain Banyuwangi Putra dan sisanya untuk Persid.

Persid bukannya tanpa peluang. Justru pada babak kedua, anak-anak asuh Riono Asnan ini membombardir gawang Banyuwangi Putra. Tendangan jarak jauh Eka Kurniawan dan Bagas Prasetyo Wicaksono berhasil ditepis Okta Putra. Bola tandukan Ghifari Vaiz Aditya yang memanfaatkan bola sepak sudut Eka mengenai mistar gawang Banyuwangi Putra.

Begitu peluit panjang berbunyi, para pemain Banyuwangi Putra langsung melakukan sujud syukur di tengah lapangan. Mereka seperti baru saja memenangi sebuah pertandingan final.

Dengan hasil ini, Banyuwangi Putra berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup J dengan nilai 6 dari 3 pertandingan, 2 kemenangan, 1 kekalahan, dan agregat gol 8-4. Persid berada di posisi kedua dengan nilai 6 dari 3 pertandingan, 2 kemenangan, 1 kekalahan, dan agregat gol 7-2. Pemuncak klasemen diduduki PSIL Lumajang yang belum terkalahkan dengan nilai 7, dari 2 kemenangan, 1 hasil imbang, dan agregat gol 7-5.

Dengan demikian pertandingan terakhir Grup J yang mempertemukan PSIL melawan Persid dan Banyuwangi Putra melawan Persipro 1954 akan menjadi penentu. Persipro masih memiliki peluang untuk lolos, mengingat mereka mengumpulkan 4 angka dari 1 kemenangan, 1 hasil seri, 1 kekalahan. Tim yang relatif aman adalah PSIL yang tinggal membutuhkan hasil seri. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar