Iklan Banner Sukun
Olahraga

Ditekuk Arema FC, Pelatih Persela Lamongan Kecewa

Pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan didampingi pemainnya Risqki Putra Utomo.

Lamongan (beritajatim.com) – Pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan, mengaku sangat kecewa dengan penampilan anak didiknya lantaran kalah telak atas lawannya Arema FC dengan skor 0-3 dalam pekan keenam BRI Liga 1 2021, yang berlangsung di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta Selatan, Minggu (3/10/2021).

Di satu sisi, Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida mengaku belum puas meski Singo Edan berhasil meraih poin penuh. Berkat kemenangan tersebut, Arema FC berhasil bertengger di peringkat 6 klasemen sementara dengan nilai 9. Sedangkan Persela tetap berada di posisi ke-13 dengan 6 poin dari 6 laga yang telah dijalani.

Dalam derbi Jawa Timur tersebut, bomber andalan Singo Edan asal Portugal, Carlos Fortes berhasil merobek dua kali gawang tim berjuluk Laskar Joko Tingkir, yakni di menit 17′ dan 22′. Sementara satu gol sisanya, dicetak oleh M Rafli di menit 34′ melalui tendangan bebas.

Usai pertandingan, Juru taktik Persela, Iwan Setiawan melontarkan rasa kecewanya, hal itu lantaran performa timnya kali ini tidak sesuai dengan ekspektasinya.

“Jujur saja, saya sangat kecewa dengan penampilan tim (Persela), ini sangat diluar dari prediksi, bahwa pertandingan sebelumnya tim cukup aktif. Tapi apa yang diperlihatkan oleh tim di malam ini saya sangat kecewa,” ungkapnya.

Selain itu, menurut pelatih berusia 63 tahun tersebut, bahwa kekecewaannya itu didasari karena proses gol yang didapatkan oleh Arema FC berasal dari kesalahan pasukan Laskar Joko Tingkir. Padahal untuk skema, lanjut Iwan, sebelumnya ia telah menyiapkannya dengan baik seperti halnya pertandingan-pertandingan sebelumnya.

“Jadi itu yang membuat saya tidak nyaman. Kalau soal skema, kita sudah mempersiapkan skema seperti halnya pertandingan-pertandingan sebelumnya. Tapi saya selalu katakan pada tim, hati-hati saat kita berlaga di top level, one mistake one goal. Jadi saat ada kesalahan ada gol, begitu juga seterusnya, gol kedua dan gol ketiga,” tandasnya.

Saat ditanya mengenai performa individu pemainnya, pelatih asal Medan ini menjawab, bahwa ia cukup menyayangkan penampilan dari Kiper Persela Ravi Murdianto dan pemain belakangnya, Nasir. Bahkan, Iwan juga menyoroti performa dari pemain asing barunya asal Afganistan, Jabar Sharza.

“Kita coba memainkan Ravi. Ravi cukup menjanjikan performanya, hari ini kita coba lagi, tapi jujur saja penampilannya kurang begitu memuaskan. Lalu Nasir juga kita ganti, karena selalu ada celah dari kiri (lini pertahanan), kita ganti dengan Ferizal. Alhamdulillah kami tim pelatih cukup puaslah dengan penampilan pemain asing kita, Jabar, tapi dia memiliki problem conditioning, di mana kemarin dia harus melakukan karantina,” beber Iwan.

Iwan Setiawan dan Eduardo Almeida

Atas kekalahan yang diderita timnya, Iwan menuturkan, bahwa persoalan mendasar Persela tersebut masih terletak pada hal yang sama seperti dulu, yakni mentality, fluktuatif, dan belum stabilnya performa dari pemain-pemain muda Persela saat berkompetisi di Liga 1.

“Makanya saya coba untuk kerja keras membangun tim ini, ya karena persoalan tim ini adalah di mana saya harus bermain dengan pemain-pemain yang berusia muda. Jadi persoalannya mereka ada selalu di mentality, selalu fluktuatif, sometime bisa tampil dengan top performance, tapi tiba-tiba di pertandingan selanjutnya dia bisa anjlok,” jelas Iwan.

Ke depan, Iwan mengatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi timnya dan meningkatkan kepercayaan diri para pemain mudanya. “Evaluasinya, saya harus lebih cerewet untuk pertandingan selanjutnya. Walaupun kalian masih muda, tapi kalian harus punya kepercayaan diri yang baik. Pada saat kalian memutuskan, kalian sudah bisa bertanding di top level,” tandasnya.

Sementara itu, jika Iwan Setiawan mengaku sangat kecewa atas pertandingan kali ini, maka lain halnya dengan pelatih Arema FC Eduardo Almeida, ia merasa tidak puas meski meraih kemenangan besar. Ke depan, Eduardo mengatakan, dirinya bakal meningkatkan kualitas timnya agar bisa lebih maksimal lagi.

“Kita tidak akan pernah puas, kita dalam sepak bola selalu menginginkan yang lebih. Jadi, di beberapa pertandingan kita kehilangan sejumlah peluang, tidak bisa mencetak gol dan kehilangan pemain juga. Tapi kita mencoba untuk meningkatkan kualitas dari tim kita,” ucap pelatih asal Portugal tersebut.

Bagi pelatih berusia 43 tahun tersebut, yang terpenting untuk ia lakukan saat ini adalah bagaimana Arema FC bisa tampil dan memiliki gaya permainan yang lebih baik daripada laga-laga sebelumnya. Tak cukup itu, para pemainnya juga diharapkan bisa selalu mengerti apa yang telah diarahkannya. Sehingga dalam setiap pertandingan, penampilan tim bisa terus meningkat.

“Jadi, kita tidak berkomentar masalah kemampuan individual dari pemain. Selang 2 sampai 3 hari ini, sementara tim sejenak untuk melupakan sepak bola, yang nantinya untuk refresh lagi,” pungkasnya.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar