Iklan Banner Sukun
Olahraga

Dirut PT LIB Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ketum PSSI Buka Suara

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (topi hitam) saat berada di Stadion Kanjuruhan Malang

Malang (beritajatim.com) – Direktur Utama (Dirut) PT LIB (Liga Indonesia Baru) Akhmad Hadian Lukita ditetapkan sebagai tersangka oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang. Selain Hadian, ada lima orang lagi yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menghormati proses hukum yang sedang dilakukan Polri. “PSSI menghormati penetapan tersangka yang baru saja dibacakan Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” kata Iriawan, sebagaimana dikutip dari laman resmi PSSI, Kamis (6/10/2022) malam.

Pengumuman tersangka yang dilakukan Kapolri itu menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi yang sebelumnya memerintahkan tragedi Kanjuruhan agar diusut tuntas. Setelah Hadian, tersangka kedua adalah Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC, yakni Abdul Haris. Lalu ada Suko Sutrisno selaku Security Officer. Kedua panpel Arema ini dijerat dengan pasal 359 KUHP dan 360 KUHP dan juga pasal 103 junto pasal 52 RI nomor 11 tahun 2022 tentang keolahragaan.


Selanjutnya, tersangka ketiga hingga ke-enam adalah dari anggota polisi. Dimulai dari, Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu SS diduga melanggar pasal 359 KUHP atau pasal 360 KUHP. Wahyu mengetahui terkait aturan FIFA tentang larangan penggunaan fas air mata. Namun yang bersangkutan tidak mencegah atau melarang pemakaian gas air mata saat pengamanan dan tidak mengecek langsung terkait kelengkapan personel

Kemudian Danyon 3 Brimob Polda Jawa Timur AKP Has Darman. Anggota Polri ini memerintahkan anggotanya untuk menembakan gas air mata. Terakhir adalah Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Afandi. “Pidana sama, pasal 359 dan 360 KUHP, yang bersangkutan juga memerintahkan anggotanya menembakkan langsung gas air mata,” tandasnya Kapolri. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar