Olahraga

Kompetisi Liga 1 2020 Dijadwalkan Kembali Bergulir

Direktur PT PBMB: Langkah Penting Kampanye Putus Rantai Covid-19

Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim.

Pamekasan (beritajatim.com) – Lanjutan kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air, Liga 1 yang dijadwalkan kembali bergulir pada pekan pertama November 2020. Dinilai sebagai bagian penting dalam kampanye memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim pasca pelaksanaan Manager Meeting yang digelar PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) dalam rangka membahas kelanjutan Liga 1 di Yogyakarta, Selasa (13/10/2020) kemarin.

“PSSI dan LIB sudah bekerja keras mempersiapkan kelanjutan kompetisi, di mana ada dua kepntingan nasional yang sama-sama menjadi perhatian semua pihak. Pertama tentu upaya pertisipasi dan peningkatan prestasi sepakbola Indonesia di level internasional, kedua gerakan masyarakat internasional untuk segera menyelesaikan pandemi Covid-19,” kata Zia Ul Haq Abdurrahim, Rabu (14/10/2020).

Bahkan roadmap menuju peningkatan prestasi juga direalisasikan melalui gagasan kembali menggulirkan kompetisi, apalagi status kompetisi tidak hanya sebatas pertandingan antar klub, tetapi juga rencana matang dan kesiapan panitia untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Kesiapan ini tentunya juga menjadi perhatian dan harus mulai dibiasakan, karena pada kesempatan mendatang, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 dan beberapa event internasional lainnya,” ungkap pria yang akrab disapa Habib Zia.

Tingkat kepatuhan terhadap protokol pertandingan dan prokes Covid-19 juga berlaku untuk seluruh pemain maupun suporter. Terlebih seluruh klub kontestan juga menyepakati dan menjamin untuk menerapkan protokol pertandingan dan prokes sesuai regulasi, terlebih semuanya berefek pada denda.

“Kami juga mengapresiasi terhadap PSSI yang telah melakukan berbagai upaya untuk pengaturan protokol kesehatan, salah satunya dengan membatasi jumlah orang yang  terlibat dalam pertandingan, yakni  maksimal sebanyak 270 orang dan semuanya harus menjalani test swab secara berkala setiap 14 hari,” tegasnya.

Gerakan masyarakat internasional untuk segera menyelesaikan pandemi Covid-19, termasuk di Indonesia juga tidak bisa dinafikan. Terlebih pertandingan sepakbola dalam kondisi normal akan menjadi pusat penumpukan massa dengan kehadiran suporter di setiap pertandingan.

“Protokol kesehatan yang diatur oleh PSSI sudah menegaskan, bahwa setiap pertandingan dilaksanakan tanpa pentonton. Untuk bisa menyaksikan pertandingan, suporter dan warga akan difasilitasi melalui siaran langsung (di salah satu televisi swasta),” jelasnya.

Dari itu pihaknya menyatakan jika pagelaran laga dengan penerapan prokes Covid-19 melalui siaran langsung, tentunya menjadi bagian dari kampanye untuk menjalani kehidupan di era penyesuaian baru, sekaligus menjadi sosialisasi pentingnya menjaga prokes di setiap kegiatan publik lainnya.

“Bagi kami Madura United mengapresiasi langkah PSSI dan tentunya juga Polri yang memberikan perhatian besar terhadap sepakbola Indonesia. Apresiasi kami adalah bagian dari komitmen dan kami akan patuhi segala keputusan dari  PSSI dan Pemerintah,” pungkasnya. [pin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar