Olahraga

Diperiksa KPK, Wali Kota Malang Batal Dukung Arema di GBT

Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Sutiaji gagal mendukung langsung Arema FC kontra Persebaya Surabaya, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Selasa, (9/4/2019). Sebab, ia memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polres Malang Kota.

Sutiaji datang sekira pukul 10.30 WIB. Hingga saat ini dirinya masih diperiksa oleh KPK. Sedangkan kick off laga leg pertama final Piala Presiden 2019 bakal digelar pukul 15.30 WIB. Sutiaji bakal hadir, dan digantikan oleh Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.

Selain Sutiaji, Sekda Kota Malang Wasto dan pejabat Dinas Pendidikan Kota Malang turut diperiksa KPK. Belum ada keterangan resmi dari KPK tentang pemeriksaan ini. Namun dugaannya pemeriksaan berkaitan dengan suap APBD-Perubahan tahun 2015.

Dimana dalam kasus itu, Wali Kota sebelumnya Moch Anton telah ditetapkan tersangka bersama 41 anggota DPRD Kota Malang. Sutiaji sempat keluar dari ruangan pemeriksaan untuk menunaikan salat duhur. Namun, ia enggan memberi tanggapan.

Sebelumnya, beredar sebuah surat panggilan dari KPK yang menyatakan pemanggilan terhadap sejumlah saksi terkait kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Salah satunya, surat tersebut ditujukan kepada seseorang bernama Oemy Sugiati yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pada keterangan surat tersebut dijelaskan bahwa Oemy diminta untuk menghadiri pemeriksaan oleh KPK sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan korupsi yang dilakukan oleh Sekda Kota Malang periode tahun 2014-2016 Cipto Wiyono.

Cipto Wiyono disangkakan bersama Wali Kota Malang periode tahun 2013-2018 Moch Anton dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang tahun 2015 Jarot Edy Sulistiyono memberi hadiah atau janji terkait pembahasan APBD-P Pemerintahan Kota Malang Tahun Anggaran tahun 2015 kepada Ketua DPRD Kota Malang periode tahun 2014-2019 M Arief Wicaksono. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar