Olahraga

Di Tengah Keterbatasan, Cabor Angkat Besi Kota Kediri Raih Prestasi Cemerlang

Kediri (beritajatim.com) – Cabang Olahraga (Cabor) Angkat Besi Kota Kediri meraih prestasi cemerlang, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2019 kemarin. Tidak hanya atlet, tetapi pelatih atlet juga meraih kesuksesan.

Akan tetapi, cabor angkat besi masih banyak membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. Sehingga, para atlet dan pelatihnya bisa meningkatkan prestasinya ke depan. Hal tersebut dikatakan oleh Eko Agus Koko, selaku pelatih angkat besi Kota Kediri.

Koko, begitu sapaan Eko Agus Koko dipanggil. Dia bercerita panjang lebar ketika ditemui di lokasi latihan di salah satu ruko Stadion Brawijaya, Kota Kediri.

Koko bersedih melihat perjuangan bersama para atlet. Ia dan para atlet harus berjuang keras demi meraih prestasi, meskipun dalam kondisi keterbatasan sarana dan prasarana yang ada.

Ruang latihan terbilang kecil hanya berukuran 4×8 meter persegi. Apabila hujan turun, ruangan tersebut kerap bocor. Sebab, atap bangunan milik Pemerintah Kota Kediri itu sudah mulai banyak yang bolong-bolong.

Selain ruang latihan yang relative kecil, menurut pria 50 tahun ini, peralatan latihan juga terbilang kurang. Dari 30 atlet yang dinaungi, hanya mempunyai dua set alat latihan saja.

“Seharusnya dengan kuota 30 atlet, minimal memiliki empat set alat. Begitupun sebaliknya, jika ingin menambah dua set lagi, secara otomatis lokasi tempat latihan juga harus diperbesar,” jlentrehnya.

Dalam kondisi serba minim, Koko berjuang keras. Dirinya memutar otak untuk mengatasi kesulitan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan system latihan secara bergiliran. Sang pelatih juga membuat jadwal latihan selama seminggu enam kali pertemuan.

“Jadi Seminggu bisa 6 kali pertemuan untuk berlatih. Perihal itu juga memperhitungkan tingkat keberhasilan atlet. Juka dinilai masih kurang maksimal, Saya pun sering menambah jadwal latihan dengan sehari bisa dua kali sesi latihan,” terangnya.

Diakui Koko, kunci utama keberhasilan tersebut terletak pada latihan keras dan motivasi. Koko terus menanamkan rasa kebanggaan menjadi atlet dan bisa membawa nama baik Kota Kediri. Hal tersebut menjadi pendorong rasa percaya diri para atlet.

Dalam kondisi tersebut, Koko berharap perhatian lebih dari kepemimpinan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri periode 2019-2023 yang baru. Dirinya ingin ada kepekaan dan kepedulian terhadap cabor angkat besi.

“Saya berharap, di kepemimpinn yang baru ini semua cabor termasuk angkat besi dapat terfasilitasi sarana dan prasarana dengan baik. Karena di sisi lain, seluruh kontingen kota lain juga tengah mengejar ketertinggalan dan berbenah diri untuk lebih baik. Jadi mau tidak mau, kedepan kita juga harus semakin lebih baik dan mempersiapkan diri lebih matang lagi. Saya berharap kepada Ketua Umum KONI Kota Kediri yang baru saja terpilih ini dapat peduli terhadap keluh kesah di setiap cabor selama ini,” pintanya.

Sekedar diketahui, Kota Kediri sukses menduduki peringatkan dua dalam Porprov Jatim 2019. Posisi Kota Kediri berada satu strip dibawah juara bertahan Kota Surabaya.

Adapun pendulang piala terbanyak dari kontingen Kota Kediri dari cabor PB. PABBSI (Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia) dengan raihan 21 medali emas, 19 perak dan 14 perunggu. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar